“Kita tidak ada sekat dalam berkoperasi. Semua suku, ras, dan agama tidak dibeda-bedakan. Di mana pun kita berada, kita selalu menawarkan pemberdayaan ekonomi masyarakat dan mengajak untuk mulai menanam serta menabung,” ujar Sudirman.
Ia menambahkan bahwa gerakan pemberdayaan ekonomi masyarakat harus terus digaungkan di mana saja, tidak terbatas pada lingkungan kantor formal semata.
Ketua KSP Kopdit Pintu Air Pusat, Yakobus Jano, juga menegaskan bahwa Pintu Air senantiasa hadir melayani masyarakat lintas batas tanpa memandang latar belakang keagamaan maupun kedaerahan.
“Kita bebas dari sekat-sekat. Tidak ada sekat suku, ras, maupun agama dalam berkoperasi. Fokus kita hanya satu, yaitu mengentaskan persoalan ekonomi yang dihadapi masyarakat dengan mengajak mereka menanam dan menabung,” ungkap Yakobus Jano saat dikonfirmasi.
Jano menambahkan bahwa semangat untuk mengubah taraf hidup masyarakat tidak boleh berhenti di balik meja kantor, melainkan harus terus dibawa ke tengah kehidupan sosial, termasuk di lingkungan keagamaan seperti gereja.
“Di mana saja kita berada, kita selalu mengajak masyarakat. Masyarakat itu luas dan beragam. Selagi ada niat untuk tumbuh dan berkembang bersama, KSP Kopdit Pintu Air terbuka untuk siapa saja,” pungkasnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












