Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Resmikan Rumah Produksi Garam, Kopdit Pintu Air Siap Beli Hasil Panen Petani, dan Tawarkan Modal Usaha Tambak Garam

Avatar photo
Reporter : Nivan Gomez Editor: Redaksi
IMG 20251127 WA0020
Foto bersama, Ketua KSP Kopdit Pintu Air, Pater Pembina, Camat Alok Barat, General Menejer, Ketua pengawas, anggota Pengurus Pintu Air usai peresmian rumah produksi Garam Nusa Bunga. | (Foto: Nivan Gomez)

Ia mendapati banyak warga di wilayah pesisir utara Sikka belum tertarik menjadi petani garam, padahal Kabupaten Sikka memiliki potensi kelautan yang luar biasa.

​NTT-Post.com, MAUMERE – Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Kopdit Pintu Air secara resmi mengoperasikan Rumah Produksi Garam Beryodium Cap Pintu Air yang berlokasi di Kelurahan Hewuli, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, NTT.

IDUL FITRI PINTU AIR 20260318 123428 0000.jpg 11 PASKAH 2026 PINTU AIR.jpg

Peresmian yang dilakukan pada Rabu (26/11/2025) ini menandai langkah konkret koperasi dalam menggarap koperasi sektor riil dan memperkuat ekonomi kerakyatan.

​​Ketua KSP Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano, mengatakan rumah produksi ini didirikan di bawah unit usaha PT. Pintu Air Asia dan difungsikan sebagai fasilitas pengolahan garam terpadu yang bertujuan utama menampung dan mengolah garam yang dihasilkan oleh para petani di wilayah Sikka.

Jano menegaskan komitmen koperasi untuk bertindak sebagai pembeli (off-taker) hasil panen garam rakyat, yang selama ini kerap terkendala masalah pemasaran dan harga.

​”Kami siap beli garam dari petani, apalagi sudah ada disediakan rumah produksi. Jadi petani tidak perlu bingung mau jual ke mana,” ujar Jano saat peresmian.

​Meskipun KSP Kopdit Pintu Air telah menyediakan fasilitas pengolahan dan jaminan pembelian, Jano menyoroti adanya tantangan di lapangan.

Ia mendapati banyak warga di wilayah pesisir utara Sikka belum tertarik menjadi petani garam, padahal Kabupaten Sikka memiliki potensi kelautan yang luar biasa.

Hal ini menyebabkan ketergantungan terhadap pasokan garam dari luar daerah masih cukup tinggi.

​”Saya berkeliling di wilayah pesisir utara Sikka banyak yang belum mengembangkan usaha garam,” tambahnya.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung