Kondisi atap rumah warga Desa Kringa yang bocor akibat erupsi gunung berapi Lewotobi Laki-laki. // (Foto: Mia Margaretha Holo) //
NTTPost.com, MAUMERE – Ratusan warga mengeluhkan bantuan yang tak kunjung tiba, sementara hampir setiap hari wilayah mereka diguyur hujan lebat.
Kondisi atap rumah warga yang karat dan bocor akibat erupsi gunung berapi Lewotobi Laki-laki. // (Foto: Mia Margaretha Holo) //
Warga mulai mengeluh rumah mereka kerap terendam air hujan lantaran atap seng yang karat dan bocor akibat erupsi berkepanjangan selama dua tahun terakhir.
Kondisi seng atau atap rumah warga yang karat dan bocor akibat erupsi gunung berapi Lewotobi Laki-laki. // (Foto: Mia Margaretha Holo) //
Meskipun belum menerima bantuan seng dari BNPB, warga terdampak erupsi berharap ukuran ketebalan seng “harus tahan dengan risiko abu vulkanik” melihat kondisi letusan gunung Lewotobi Laki-laki yang masif terjadi.
Theresia Praxedis, seorang warga Desa Kringa, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, yang terdampak erupsi gunung berapi Lewotobi Laki-laki. // (Foto: Mia Margaretha Holo) //
Theresia Praxedis, salah satu warga Desa Kringa merasakan dampak tersebut. Seringkali semalaman ia tidak tidur karena seluruh kamar di rumahnya diguyur hujan bahkan membasahi tempat tidur, meja makan, dan dapur.
Theresia mengatakan, kini ia dan warga lain mulai kewalahan karena setiap kali hujan turun, air hujan selalu menggenangi lantai kamar di rumahnya. Ia tak punya penahan lain kecuali terpal lusuh yang sebenarnya sudah dua kali ia ganti, namun lagi-lagi koyak oleh abu vulkanik yang panas.
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan, Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.