Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Buntut Kekerasan Terhadap Mahasiswa, GMNI Sikka Resmi Laporkan Oknum Polisi CR ke Propam

"Aksi yang dipertontonkan oleh anggota polisi kemarin, menunjukan polisi tidak punya hati nurani. Karena kami datang untuk menuntut keadilan terhadap meninggalnya Ade Noni. Bukanya menerima kami dengan baik, malah anggota polisi melakukan represif, penganiayaan terhadap saya punya kader GMNI. Ini sementara mengangkangi demokrasi," ujar Iko.

Avatar photo
Reporter : Nivan Gomez Editor: Redaksi
IMG 20260523 WA0055
GMNI Cabang Sikka resmi melaporkan dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum anggota Polres Sikka inisial CR ke Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Sikka, Sabtu, (23/5/2026). | (Foto: Joni Nura)

NTT-Post.com, SIKKA — Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Sikka resmi melaporkan dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum anggota Polres Sikka inisial CR ke Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Sikka, Sabtu, (23/5/2026).

Laporan ini buntut dari kekerasan yang diduga dialami oleh salah satu kader GMNI saat menggelar aksi demonstrasi jilid kelima untuk menuntut keadilan atas kasus pembunuhan Ade Noni di Desa Rubit.

IDUL FITRI PINTU AIR 20260318 123428 0000.jpg 11 PASKAH 2026 PINTU AIR.jpg

Ketua GMNI Sikka menyatakan bahwa korban Stefanus Bura, yang juga bertindak sebagai Koordinator Lapangan (Korlap) dalam aksi tersebut, diduga dianiaya oleh oknum polisi berinisial CR.

“Kami datang ke Mapolres Sikka guna melaporkan dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum polisi, CR, terhadap kader saya, Bung Stefanus Bura, ketika kami melakukan aksi demonstrasi pada 21 Mei 2026,” ujar Ketua GMNI Sikka saat memberikan keterangan.

Dugaan penganiayaan tersebut bermula ketika massa aksi, termasuk Ketua GMNI Sikka dan Ketua IFTK Ledalero, tidak diizinkan masuk ke area Mapolres Sikka.

IMG 20260523 WA0056
GMNI Cabang Sikka resmi melaporkan dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum anggota Polres Sikka inisial CR ke Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Sikka, Sabtu, (23/5/2026).| (Foto: Joni Nura)

Massa kemudian mencoba memaksa masuk melewati pagar. Namun, alih-alih dihalau secara persuasif, petugas di lapangan diduga melakukan tindakan represif dan kekerasan terhadap korban.

Dalam video yang beredar, oknum Polisi CR bersama beberapa anggota polisi menyerbu massa aksi dan berusaha mengusir massa aksi yang berusaha masuk untuk keluar dari mapolres Sikka.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung