Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Disparekraf NTT Sebut Cletus Beru Layak Jadi Local Hero 2026: Ia Memilih Pulang demi Tegaknya Peradaban

"Ketika semua orang memilih merantau dan mencari kemapanan di kota, Pak Kletus memilih pulang. Ia meninggalkan usahanya di kota, kehangatan bersama keluarga, lalu kembali ke kampung ini untuk meneruskan kerja orang tuanya yang sempat mati suri," ujar Paulus Histo Safrodan saat memberikan sambutan di hadapan tim dewan juri dan masyarakat Kampung Doka.

Avatar photo
Reporter : Nivan Gomez Editor: Redaksi
InShot 20260726 193635779
Disparekraf NTT Sebut Cletus Beru Layak Jadi Local Hero 2026: Ia Memilih Pulang demi Tegaknya Peradaban. | (Foto: Nivan Gomez)

Disparekraf NTT juga menyoroti karakter kepemimpinan Cletus yang jujur dan konsisten mempertahankan daya kritis demi kepentingan masyarakat luas.

Paulus menceritakan bagaimana Cletus tetap menyuarakan perbaikan infrastruktur jalan provinsi sepanjang 12 kilometer menuju tempat tersebut, meskipun pemerintah telah memberikan bantuan fasilitas di sanggarnya.

“Om Kletus ini orangnya jujur dan ceplas-ceplos. Daya kritisnya tidak pernah hilang hanya karena menerima bantuan. Bagi beliau, intervensi pemerintah adalah kewajiban, namun sebagai warga masyarakat ia tetap menuntut hak pembangunan kawasan. Itulah pahlawan sejati—mereka yang tidak bekerja mencari sorotan kamera, melainkan bekerja dalam sunyi,” tegas Paulus.

IMG 20260725 154848
Pemilik Sanggar Doka Tawa Tana, Cletus Beru, dalam jajaran lima besar nominasi Wonderful Indonesia Award (WIA) 2026 untuk kategori Local Hero in Tourism atau Pejuang Pariwisata. | (Foto: Nivan Gomez)

Kiprah Sanggar Doka Tawa Tana sendiri telah diakui secara nasional. Pada tahun 2017, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata memilih Doka sebagai satu-satunya lokasi penelitian seni hampir punah di NTT.

Selain itu, karya tenun ikat dari sanggar ini juga pernah mendapatkan julukan sebagai mahakarya luar biasa saat dipamerkan di Gedung Sarinah, Jakarta.

Pemerintah Provinsi NTT memastikan akan terus berdiri di samping Sanggar Doka Tawa Tana untuk memberikan dukungan dan kolaborasi berkelanjutan dalam memajukan pariwisata berbasis kebudayaan.

“Kunjungan Dewan Juri hari ini memberi bukti kepada masyarakat Doka bahwa apa yang mereka kerjakan tercatat oleh negara. Budaya selalu menemukan jalan untuk pulang. Dari tempat yang sunyi dan terpencil ini, Om Kletus telah membawa nama Doka, Desa Umauta, Kecamatan Bola, dan Kabupaten Sikka menjadi milik nasional. Beliau sangat layak menyandang gelar Local Hero 2026,” tutup Paulus.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung