Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

DPD GMNI NTT Kecam Tindakan Brutal Oknum Polres Sikka: Menurunkan Legitimasi Kepolisian

"Tindakan ini mencederai nilai-nilai demokrasi serta memperlihatkan watak represif aparat penegak hukum terhadap gerakan kritis mahasiswa," ujar Ketua DPD GMNI NTT.

Avatar photo
Reporter : Nivan Gomez Editor: Redaksi
IMG 20260526 022127
Ketua DPD GMNI NTT, Bonevantura Goan. | (Foto: Dok Istimewa)

“Jika praktik kekerasan terhadap mahasiswa terus dibiarkan, maka demokrasi hanya akan menjadi slogan tanpa makna,” lanjutnya dengan nada tegas.

Desak Kapolda NTT Turun Tangan dan Tindak Tegas Pelaku

Pernyataan keras ini diarahkan langsung kepada Kapolres Sikka selaku pemegang komando tertinggi yang bertanggung jawab atas pengamanan aksi di wilayah hukum Sikka.

Bonevantura mendesak agar Kapolres Sikka segera membuka ruang pemeriksaan secara transparan dan menindak tegas oknum anggota yang terlibat.

Tidak hanya di tingkat polres, GMNI NTT juga meminta Kapolda NTT dan Divisi Propam Polda NTT untuk tidak menutup mata terhadap pelanggaran serius ini.

“Kapolda NTT harus turun tangan. Jangan biarkan institusi kepolisian kehilangan legitimasi di mata rakyat karena membiarkan praktik represif terus terjadi terhadap mahasiswa,” desak Bonevantura.

Menyikapi perkembangan kasus ini, DPD GMNI NTT menegaskan komitmennya untuk mengawal ketat seluruh proses hukum dan advokasi bagi kader GMNI Sikka yang menjadi korban kekerasan.

Mereka memastikan bahwa intimidasi fisik maupun psikis tidak akan membuat gerakan mahasiswa mundur selangkah pun.

“Pemukulan terhadap kader di lapangan bukan lagi sekadar persoalan individu, melainkan ancaman nyata yang sangat serius terhadap kebebasan sipil dan masa depan ruang demokrasi di Nusa Tenggara Timur,” pungkasnya.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung