“Kenapa tidak ada tekanan kepada pelaku? Apakah karena beralasan HAM, HAM, HAM! Kalau memang polisi tidak mampu, kasih keluar dia (pelaku)! Kasih keluar biar serahkan ke kami! Biar hukum rimba bekerja,” tegas Maria dengan nada penuh amarah dan keputusasaan.
Maria Yohana Nona menegaskan bahwa ia tidak akan mundur hingga ada titik terang yang nyata. Ia menuntut para pelaku dihukum seberat-beratnya agar tidak ada korban lain di masa depan.
“Harus ada titik terang mengenai pembunuhan anak saya yang begitu sadis. Para pelaku harus dihukum seberat-beratnya. Jika tidak, mereka akan melakukan lagi,” tutupnya.
Luapan isi hati ibunda korban ini atas dasar ketidakadilan yang dialaminya dalam kasus kematian putrinya itu.
Menurut Maria, pelaku kejadian tersebut tidak hanya tiga orang sesuai dengan yang ditetapkan oleh Polres Sikka.
Keluarga menduga masih banyak orang yang berpotensi menjadi tersangka, sesuai dengan analasi keluarga terhadap tempat kejadian perkara.
“Banyak kejanggalan di kasus ini. Ada lima barang bukti yang tidak ditemukan sampai saat ini. Dan polisi hanya diam tidak ada niat mencari,” jelasnya.
Dia berharap Polres Sikka menangani kasus tersebut dengan serius agar anaknya mendapatkan keadilan atas kejadian yang menimpanya.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
