NTT-Post.com, SIKKA – Menjelang pergantian tahun 2025-2026, kondisi Pasar Alok di Kota Maumere justru dihiasi dengan tumpukan sampah yang memprihatinkan.
Bukannya pemandangan yang bersih dan tertata, para pedagang dan pengunjung pasar justru disuguhi “kado akhir tahun” berupa gunungan limbah yang meluap hingga ke area lapak sayur.
Pantauan NTT-Post.com, Rabu, 31 Desember 2025, tumpukan sampah terlihat memenuhi area di sekitar kontainer kuning milik Dinas Perdagangan Perindustrian dan Koperasi UKM Kabupaten Sikka.
Sampah yang didominasi oleh sisa-sisa hasil dagangan seperti kulit jagung, batang pisang, dan limbah plastik tersebut tampak berserakan tepat di samping tempat parkir motor dan area transaksi jual beli.
Siti, salah satu pedagang sayur yang lapaknya berdampingan dengan gunungan sampah menyebut, kondisi ini sudah terjadi sejak sebelum hari raya Natal dan belum tertangani secara maksimal hingga saat ini.
“Sampah ini sudah dari sebelum Natal, dan sampai sekarang petugas tidak datang kasih bersih,” jelas Siti saat ditemui di Pasar Alok.
Dia menjelaskan bau busuk menyengat dari sampah yang membusuk sangat mengganggu aktivitas pedagang yang setiap hari mencari nafkah di lokasi tersebut.
Mereka terpaksa harus bertahan di tengah aroma yang tidak sedap demi menyambung hidup.
“Kami makan saja tidak bisa, kalau mau makan ya harus pindah dulu di tempat yang bersih dan tidak bau,” ujarnya.
Dia menyebut, sampah yang ada di Pasar Alok bukan hanya sampah domestik pasar, melainkan adanya aksi pembuangan sampah secara ilegal oleh warga dari luar kawasan pasar.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
