Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Keluarga dan Kuasa Hukum dr. Icha Desak BK DPRD TTU Usut Tuntas Pelanggaran Etik Oknum Dewan

Kehadiran pihak keluarga yang didampingi kuasa hukumnya ini merupakan tindak lanjut dari undangan BK DPRD TTU guna mengklarifikasi laporan dugaan pelanggaran kode etik oleh tiga anggota dewan, yakni Therensius Lazakar (Fraksi Golkar), Norbertus Tubani (Fraksi PKB), dan Veronika Lake (Fraksi PDIP).

Avatar photo
Reporter : Ramos Suni Editor: Nivan Gomez
InShot 20260707 124721517
Keluarga dan Kuasa Hukum dr. Icha Desak BK DPRD TTU Usut Tuntas Pelanggaran Etik Oknum Dewan. | (Foto: Ramos Suni)

“Situasi ini membuat almarhumah dr. Icha semakin tertekan secara mental. Perlu dipertanyakan apakah perilaku duduk di tempat pelayanan kesehatan sambil mengonsumsi minuman keras itu sesuai dengan kode etik seorang anggota DPRD dan sebagai pejabat publik atau tidak,” tegas Viktor.

Atas dasar rangkaian peristiwa tersebut, Viktor meminta BK DPRD TTU untuk bergerak secara objektif, profesional, dan transparan dengan memanggil semua pihak yang terlibat guna mengungkap fakta secara terang benderang.

Senada dengan kuasa hukumnya, Gabriel Pakaenoni selaku ayah kandung berharap agar proses penegakan kode etik ini tidak mandek pada tahap pemeriksaan saja, melainkan berujung pada sanksi yang nyata demi keadilan bagi putrinya.

“Walaupun ini dalam ranah kode etik, kami meminta agar diberikan sanksi yang tegas kepada tiga oknum anggota DPRD TTU tersebut,” tutur Gabriel.

Di hadapan BK DPRD TTU, Gabriel juga menyelipkan pesan mendalam mengenai keselamatan para pekerja medis.

Ia menekankan bahwa kasus yang menimpa almarhumah dr. Icha harus menjadi momentum penting untuk menjamin ruang kerja yang aman bagi seluruh tenaga kesehatan.

“Perlindungan terhadap tenaga kesehatan harus menjadi perhatian serius, karena mereka bekerja untuk melayani masyarakat. Bukan hanya dokter, tetapi juga perawat, bidan, dan profesi kesehatan lainnya,” pungkasnya.

Hingga saat ini, kasus dugaan pelanggaran etik oleh oknum pejabat publik tersebut terus menyita perhatian luas dari masyarakat Kabupaten TTU, yang mendesak adanya transparansi dan perlindungan nyata bagi para tenaga medis.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung