Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Film Dokumenter Pendek dari Sikka Raih Piala Citra di Festival Film Indonesia 2025

Avatar photo
Reporter : Mia Margaretha Editor: Ade Riberu
FotoJet 9
Sutradara film SIE, Yosef Levi dan Produser Elsyn Puka menerima Piala Citra sebagai Film Dokumenter Pendek Terbaik di Festival Film Indonesia, Jumat, 20 November 2025, di Jakarta. (Foto: Tangkap Layar YouTube Kemenbud)

“Rekaman itu adalah koleksi pribadi sebenarnya, Levi ingin mendokumentasikan aktivitas keluarga dan juga mengarsipkan berbagai cerita mengenai kehidupan orang tuanya yang berkaitan langsung dengan tanah, pepohonan, binatang dan alam sekitar dimana mereka bermukim,” ujar Elsyn.

Ketekunan Levi juga berbuah dari proses panjang yang jalani dari tahun-tahun sebelumnya.

“Dia memang suka bikin film dokumenter dari dulu. Nah, film SIE ini akhirnya dibuat karena kami hanya coba kirimkan proposal ke  IDOCLAB. Ada 60 proposal diseleksi  dan kami lolos hingga 10 besar. Kami dikabari masuk dalam empat proposal terbaik yang mendapatkan pendanaan dari Kemendikbud untuk produksi,” tambahnya.

Selain meraih penghargaan di panggung nasional, sebelumnya SIE juga menjadi salah satu pemenang di Festival Film Flobamora.

Yedida A Letedara dari Komunitas Film Kupang dan juga sebagai Direktur Festival Film Flobamora mengatakan, film SIE merupakan film dokumenter yang sangat personal namun universal di saat bersamaan.

“Yoseph Levi menyajikan cerita yang sangat dekat dengan kita di NTT tentang kehidupan masyarakatnya, khususnya dalam keluarga. Hal ini membuat film SIE istimewa menurut saya,” ujar Yedida.

Ia menilai perfilman di NTT memiliki potensi besar dan mampu bersaing di tingkat nasional, tinggal bagaimana para filmaker mengelolahnya dengan baik.

“Untuk meningkatkan kapasitas pembuatan film di NTT kita juga perlu dukungan banyak pihak dengan memperbanyak jumlah layar atau bioskop dan mendukung komunitas film NTT,” tutupnya.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung