Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Sarasehan Nasional di Maumere Bahas Obligasi Daerah, NTT Didorong Jadi Pelopor

Penerbitan obligasi daerah dapat menjadi instrumen pembiayaan proyek-proyek produktif sebagai alternatif sumber pembiayaan pembangunan daerah.

Avatar photo
Reporter : Mia Margaretha Holo Editor: Ade Riberu
FotoJet 1 1
Ketua Fraksi Golkar MPR-RI, Melchias Markus Mekeng, didampingi Ketua DPRD Provinsi NTT Emi Nomleni dan Gubernur NTT Melki Laka Lena di acara Sarasehan Nasional tentang obligasi daerah. (Foto: Mia/NTT Post)

Meski demikian, obligasi perlu payung hukum yang kuat yakni melalui undang-undang. “Kalau tidak ada undang-undang, tidak ada investor yang mau tanamkan uangnya di obligasi daerah, resikonya terlalu besar.”

Lanjutnya, antusias kepala daerah, tokoh agama, masyarakat dan mahasiswa yang hadir dalam sarasehan tersebut  turut mendorong pihaknya agar segera menyusun naskah akademik yang kemudian akan diserahkan ke DPR RI.

IDUL FITRI PINTU AIR 20260318 123428 0000.jpg 11 PASKAH 2026 PINTU AIR.jpg

Sementara itu, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena  menyambut baik gagasan tersebut. Ia menyatakan pihaknya memperoleh gambaran utuh mengenai implementasi obligasi. Jika secara teknis sudah terealisasi dan berpayung hukum, NTT siap menyambut obligasi sebagai instrumen pembiayaan, pembangunan dan penggerak ekonomi daerah.

Baca Juga: Terungkap! Oknum PPPK Ditangkap Terkait Kasus Narkoba di Area Kantor Bupati Sikka

“Kami betul mendapatkan cara baru dan gambaran secara utuh bagaimana obligasi diimplementasikan di NTT,” ujarnya.

Menurut Melki, obligasi daerah  bukan lagi soal keinginan tetapi merupakan kebutuhan bagi NTT yang selama ini masih bergantung pada anggaran dari pemerintah pusat. Ia menilai skema tersebut dapat menggerakkan partisipasi masyarakat NTT, termasuk diaspora dan pihak lain yang ingin berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Pola ini akan membuat energi dari dalam NTT sendiri atau diaspora NTT yang berada dimana-mana dan juga siapa saja yang mencintai NTT agar bisa diajak untuk terlibat bersama membangun NTT dengan baik,” katanya.

Ia menambahkan, dengan tata kelola yang baik dan penguatan kelembagaan, obligasi daerah dapat menjadi solusi pembiayaan pembangunan sekaligus melatih pemerintah daerah dalam pengelolaan keuangan yang lebih professional di bidang pariwisata, transportasi dan sektor produktif lainnya.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung