NTTPost.com, ENDE – Kontes Liga 4 PSSI El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXIV di Kabupaten Ende dibuka dengan performa yang cukup mewah. Laga ini mempertemukan tim-tim terbaik dari setiap kabupaten yang bermarkas di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain itu, muncul pula tim-tim independen yang tidak kalah hebatnya dengan tim-tim perwakilan setiap kabupaten. Kontestasi ini membuka ruang bertumbuh bagi anak-anak NTT yang menaruh minatnya pada cabang olahraga sepak bola.
Perhelatan ETMC 2025 di Kabupaten Ende bukan semata menarik minat publik atas euforia sepak bola dari timur. Lebih jauh dari itu, kontestasi ini dipandang sebagai ruang pertemuan bakat dan mental yang dipupuk atas rasa persaudaraan dan karakter kebudayaan yang beragam. Demikian apresiasi penulis atas perhelatan Liga 4 ETMC 2025 di Kabupaten Ende. Harapannya, kontestasi ini terus memberikan ruang dan apresiasi bakat bagi anak-anak NTT.
Selanjutnya, tulisan ini merupakan ulasan objektif atas performa super menarik yang disajikan oleh salah satu tim terbaik dari pulau Flores. Publik mengenalnya dengan PSN Ngada. Persatuan Sepak Bola Ngada atau PSN Ngada merupakan tim terbaik dari dari kabupaten Ngada. Tim sepak bola ini menjadi milik Pemerintah Kabupaten Ngada yang mulai merintis karirnya sejak tahun 1968.
Sebelum melangkah lebih jauh, penulis ingin mengajak pembaca untuk berjalan-jalan ke Ngada, melihat kultur yang membentuk PSN Ngada. PSN Ngada datang dari kultur warga “gila bola”. Konteks sosial kebudayaan yang terbentuk di wilayah Ngada secara tidak langsung membentuk jiwa bola bagi setiap orang Ngada.
Dari anak kecil, mama-mama, bapak-bapak, opa oma, orang muda, dan para perantau di luar Ngada selalu memiliki kerinduan kolektif menyaksikan PSN Ngada bermain di lapangan hijau. Demikian fakta menunjukan, pada beberapa perhelatan liga tarkam di Kabupaten Ngada, jarang kita melihat lapangan sepih dan tanpa penonton. Lapangan sepak bola pada akhirnya menjadi medan pertemuan antar generasi, ditambah lagi kita akan menemukan beberapa kampung menjadi sepih seperti tanpa penghuni.
Ada pendapat lain yang secara jujur mengatakan, Ngada adalah Brazilnya Flores. DNA sepak bola di Ngada sangat subur dan hampir dimiliki oleh setiap generasi Ngada. Karena itu, kalau orang Brazil merayakan kemenangan dengan menari Samba, orang Ngada juga merayakan kemenangan dengan Ja’i.
Bagi orang Ngada, sepak bola adalah tarian di atas lapangan hijau dan keuletan kaki nenari di atas kulit bundar. Demikian sepak bola di Ngada mengalami transformasi identitas kultur. Sebut orang Ngada pasti kalimat yang keluar pertama adalah “raksasa sepak bola NTT”.
Debut prestasi PSN Ngada boleh dikatakan tidak main-main. Hampir di setiap hajatan Liga 4 Indonesia, nama PSN Ngada selalu menempati urutan pertama. PSN Ngada telah berhasil menoreh prestasi gemilang. Lihat saja PSN Ngada meraih 8 kali juara ETMC, 5 kali juara Piala Gubernur, dan runner up Liga Nusantara 2016. Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi orang Ngada dan tentunya menjadi pertimbangan strategi bagi tim-tim lain di perhelatan Liga 4.
Prestasi yang diraih PSN Ngada memberikan wahana baru bagi sepak bola NTT. Citra rasa bersaing antar tim menuntut model permainan profesional dan karakter mental yang matang. Selain itu, tingkat kedisplinan sebagai seorang pemain, terlihat jelas saat ketangkasan mematahkan serangan lawan dan stamina tubuh yang baik.
Selain performa fisik yang mapan, PSN Ngada selalu pulang kembali ke leluhur dan Tuhan Sang Pemberi Bakat. Sesekali penulis membongkar konten reel akun IG PSN Ngada, terlihat pelatih Kletus Gabhe memberikan dorongan rohani dan membuat meditasi terpimpin. Ini yang membenarkan doa semua orang Ngada, Miu bhai la’a me’a (kalian tidak jala sendiri). Satu kesatuan paket yang holistik dan kuat, berdoa dan memelihara stamina menjadi konten yang disantap setiap hari.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










