Indeks

Terungkap Motif Penangkapan Presiden Venezuela Maduro oleh AS, Rusia Ikut Bicara

Venezuela mengecam keras aksi militer AS yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro. Samuel Moncada menyebut agresi ini bermotif penguasaan cadangan minyak dan sumber daya alam.

Reporter : Ade Riberu Editor: Redaksi NTT-Post.com
FotoJet 1
Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, saat diamankan AS. (Foto: Instagram @realDonaldTrump)

“Tidak ada pembenaran atas penggunaan kekuatan sepihak. Jika anggota tetap Dewan Keamanan mengabaikan hukum internasional, lantas apa peran lembaga ini?” tanya Torres dalam pidato perdananya.

Senada dengan Kolombia, Utusan Kuba Ernesto Soberon Guzman menyebut Washington tengah menjalankan “rencana hegemonik” dan menegaskan solidaritas penuh Havana bagi rakyat Venezuela tanpa intervensi asing.

Pelantikan Presiden Sementara dan Posisi Rusia

Menyusul kekosongan kekuasaan pasca penangkapan Maduro, Wakil Presiden sekaligus Menteri Perminyakan, Delcy Rodriguez, resmi dilantik sebagai Presiden Sementara Venezuela pada Senin (5/1).

Langkah ini mendapat dukungan dari Rusia. Melalui pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri pada Selasa (6/1), Moskow menyatakan solidaritas tak tergoyahkan dan menyambut baik upaya perlindungan kedaulatan yang dilakukan pemerintah Venezuela.

“Venezuela harus dijamin haknya untuk menentukan masa depan sendiri tanpa campur tangan eksternal yang merusak,” tulis pernyataan Kemlu Rusia, seraya menekankan pentingnya menjaga kawasan Amerika Latin sebagai zona damai.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung

Exit mobile version