NTT-Post.com, MAUMERE – Kasus dugaan pengerusakan sebuah usaha kecantikan (salon) di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyita perhatian publik di beberapa hari terakhir ini. Insiden yang melibatkan pemilik Salon Erin dan dua orang perempuan terduga pelaku ini diduga dipicu oleh unggahan di media sosial Instagram yang dinilai menyinggung pihak terduga pelaku.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 31 Desember 2025 sore, di Salon Erin yang berlokasi di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Wairotang, Kabupaten Sikka. Pemilik salon berinisial EE (31), telah melaporkan kejadian itu ke Polres Sikka dengan nomor laporan STTLP/199/XII/2025/SPKT.
Dalam laporannya, EE menyebut dua perempuan berinisial CROM dan CBDP sebagai terduga pelaku. CROM merupakan saudara kandung dari CBDP yang juga memiliki usaha salon kecantikan.
Ingin Selesaikan Masalah Secara Baik-baik
CROM secara tegas membantah tudingan bahwa kedatangannya ke Salon Erin bertujuan untuk membuat keributan atau melakukan pengerusakan. Ia mengaku niatnya adalah ingin menyelesaikan persoalan antara adiknya dengan pemilik salon secara baik-baik.
Ia mengisahkan, peristiwa itu bermula ketika ia baru tiba dari Kupang dan mendapat informasi dari adik perempuannya terkait unggahan Instagram pemilik salon yang dinilai menyinggung.
“Kemarin saya baru datang dari Kupang, turun di bandara kebetulan adik perempuan saya yang jemput. Dia cerita ke saya, katanya pemilik salon bikin story di Instagram yang menyinggungnya. Ada salah satu akun tanya ke pemilik story: ‘Ini untuk adik perempuan saya kah?’ Dan dia jawab: Iya’,” kata CROM kepada media ini melalui panggilan WhatsApp, Jumat, 2 Januari 2026 sore.
Ia mengaku masalah antara adiknya dan pemilik salon itu sudah berlangsung lama, namun ia tidak pernah ikut campur. Karena unggahan tersebut dinilai akan mendatangkan persoalan yang lebih besar, CROM memutuskan untuk menemui pemilik salon guna menyelesaikan persoalan itu secara baik-baik.
“Kemarin itu pemikiran saya, kenapa tidak kita selesaikan baik-baik saja. Saya lalu ajak adik perempuan saya, dengan ipar saya, suaminya adik perempuan saya. Ajak ke salon itu. Saya juga orang mengerti, tidak mungkin saya ke sana, di tempatnya orang saya bikin rusuh,” katanya.
CROM mengklaim, saat tiba di salon, ia sempat menegur adiknya agar berbicara dengan nada yang lebih tenang. Namun situasi berubah setelah terjadi adu mulut antara kedua belah pihak.
Ia menuturkan, ketegangan memuncak ketika pemilik salon disebut meludahi dirinya. Karena terpancing, ia sempat meludah balik. Peristiwa itu juga memicu reaksi emosional adik perempuannya.
“Saya tunjuk HP ke pemilik salon, saya bilang: ‘(IG Story) ini maksudnya apa?’ Jawaban dia: ‘Tidak’. Dia cuma bilang kalau itu untuk adik perempuan saya. Tapi ada kata-kata di situ yang menurut saya tidak sopan. Jadi saya bilang: ‘Maksud saya bukan itu jawabannya, tolong jawab yang pasti apa alasannya’. Dia bilang: ‘Tidak, saya cuma mau buat-buat saja’,” ujar CROM menggambarkan situasi saat itu.
CROM melanjutkan, dirinya mendesak agak pemilik salon menyampaikan jawaban yang pasti soal maksud dan tujuan dari unggahan IG Story tersebut. Namun, ia malah diludahi.
“Saya kaget, ada banyak orang di situ juga. Saya meludahi balik. Adik perempuan saya tidak terima, dia bilang: ‘Jangan kasar dengan kakak saya’. Kebetulan adik perempuan saya duduk bersandar di mejanya, dan secara tidak sengaja geser dia (pemilik salon) punya kayak kutek begitu. Dia akhirnya serang dan pukul adik saya,” ungkapnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




