Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Sempat Geger Diduga Rabies hingga Diisolasi, Pasien RSUD Kefamenanu Ternyata Alami Hipokalemia

Avatar photo
Reporter : Ramos Suni Editor: Ade Riberu
FotoJet 12
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur RSUD Kefamenanu, dr. Adrianus Antonius Berkanis Abi, saat memberikan penjelasan terkait warga yang diduga terkena rabies. (Foto: Ramos/NTT Post)

NTT-Post.com, KEFAMENANU – Warga Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) sempat geger setelah seorang pasien di RSUD Kefamenanu dikabarkan diisolasi karena diduga terjangkit rabies. Namun kabar terkini, hasil pemeriksaan medis memastikan bahwa pasien tersebut ternyata mengalami hipokalemia.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur RSUD Kefamenanu, dr. Adrianus Antonius Berkanis Abi, pun buka suara terkait kondisi pasien tersebut yang sempat dirawat dengan gejala panas dan pusing.

IDUL FITRI PINTU AIR 20260318 123428 0000.jpg 11 PASKAH 2026 PINTU AIR.jpg

Menurut dr. Adrianus, pasien tersebut awalnya masuk rumah sakit dengan keluhan demam dan sakit kepala. Setelah dilakukan pemeriksaan medis, hasilnya menunjukkan bahwa pasien tersebut ternyata mengalami hipokalemia atau kadar kalium yang rendah.

Baca Juga: Redam Polemik Tambang di TTU, Pemdes Noenasi Kedepankan Musyawarah Adat dan Dialog

“Dari hasil pemeriksaan, beliau mengalami hipokalemia atau kaliumnya rendah. Saat ini penanganan tetap dilakukan sesuai protap oleh dokter ahli yang ada di RSUD Kefamenanu,” jelasnya, Jumat, 20 Februari 2026.

Ia menambahkan, pada awal perawatan pasien sempat ditempatkan di ruang isolasi karena adanya kecurigaan ke arah rabies.

Hal itu dilakukan sebagai langkah antisipatif setelah diketahui pasien sempat mengonsumsi daging RW (anjing) tiga hari sebelumnya dalam sebuah acara keluarga.

Baca Juga: Tepis Tuduhan Tak Tempati Rujab, Ketua DPRD TTU Sebut Fasilitas Rujab Memprihatinkan

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung