NTT-Post.com, SIKKA – Warga Dusun Kolit, Desa Ojang, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, NTT, terpaksa bergotong royong membangun jembatan darurat dari bambu dan kayu.
Langkah ini diambil secara swadaya guna menghubungkan wilayah mereka dengan Dusun Lewomudat, Desa Waipaar, menyusul belum adanya infrastruktur permanen di lokasi tersebut.
Jembatan sederhana ini menjadi jalur krusial bagi mobilitas masyarakat, terutama bagi siswa asal Dusun Lewomudat yang setiap hari harus menyeberang menuju SDN Kolit untuk mengenyam pendidikan.
Wakil Ketua BPD Desa Ojang, Wilibordus Burak, mengungkapkan bahwa pembangunan jembatan ini didasari oleh kondisi geografis kali selebar 20 meter yang memisahkan kedua dusun.
Menurut Wilibordus, keberadaan jembatan ini sangat vital namun penuh risiko. Jika debit air kali meluap, anak-anak sekolah dipastikan tidak bisa melintas.
“Karena tidak ada jembatan permanen, masyarakat akhirnya berinisiatif membangun jembatan darurat dari bambu dan kayu supaya warga dan anak sekolah tetap bisa lewat,” ujar Wilibordus pada Rabu (18/3/2025).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












