Meski sangat membantu, kondisi jembatan yang terbuat dari material alam ini dinilai tidak akan bertahan lama. Bahan bambu dan kayu sangat rentan rapuh dan mudah terseret arus saat banjir kiriman datang.
Wilibordus menekankan bahwa keselamatan warga, khususnya anak-anak, menjadi taruhan setiap kali mereka melintasi jembatan tersebut.
Ia pun berharap Pemerintah Kabupaten Sikka memberikan perhatian serius terhadap persoalan ini.
“Kami berharap pemerintah daerah bisa memperhatikan kondisi ini. Jembatan permanen sangat dibutuhkan karena ini menyangkut keselamatan masyarakat dan masa depan pendidikan anak-anak,” pungkasnya.
Hingga kini, warga setempat hanya bisa mengandalkan struktur darurat tersebut sambil berharap ada solusi permanen agar akses dasar dan ekonomi masyarakat tidak lagi terhambat oleh cuaca ekstrem.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












