Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Warga Desa Ojang-Sikka Swadaya Bangun Jembatan Bambu demi Akses Sekolah Anak

“Karena tidak ada jembatan permanen, masyarakat akhirnya berinisiatif membangun jembatan darurat dari bambu dan kayu supaya warga dan anak sekolah tetap bisa lewat,” ujar Wilibordus pada Rabu (18/3/2025).

Avatar photo
Reporter : Nivan Gomez Editor: Redaksi
InShot 20260318 080542287
Klose foto Jembatan darurat dan siswa/i asal Dusun Lewomudat yang setiap hari harus menyeberang menuju SDN Kolit. | (Foto: HO Aris Halilintar)

Meski sangat membantu, kondisi jembatan yang terbuat dari material alam ini dinilai tidak akan bertahan lama. Bahan bambu dan kayu sangat rentan rapuh dan mudah terseret arus saat banjir kiriman datang.

Wilibordus menekankan bahwa keselamatan warga, khususnya anak-anak, menjadi taruhan setiap kali mereka melintasi jembatan tersebut.

Ia pun berharap Pemerintah Kabupaten Sikka memberikan perhatian serius terhadap persoalan ini.

“Kami berharap pemerintah daerah bisa memperhatikan kondisi ini. Jembatan permanen sangat dibutuhkan karena ini menyangkut keselamatan masyarakat dan masa depan pendidikan anak-anak,” pungkasnya.

Hingga kini, warga setempat hanya bisa mengandalkan struktur darurat tersebut sambil berharap ada solusi permanen agar akses dasar dan ekonomi masyarakat tidak lagi terhambat oleh cuaca ekstrem.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung