Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Akses Utama Tiga Kecamatan di Sikka Nyaris Lumpuh, Warga Desak Pemkab Tidak Tutup Mata

​"Kami minta Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago beserta jajaran Dinas PUPR untuk segera turun ke lapangan, mengalokasikan anggaran darurat, dan melakukan perbaikan permanen (seperti pembangunan turap atau dinding penahan tanah) sebelum memakan korban jiwa," ujarnya tegas.

Avatar photo
Reporter : Nivan Gomez Editor: Redaksi
IMG 20260519 125427
Ruas jalan utama yang menghubungkan tiga kecamatan, yakni Kecamatan Bola, Doreng, dan Mapitara, tepatnya di Dusun Botan, Desa Munerana, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka nyaris lumpuh. | (Foto: Dok istimewa)

NTT-Post.com, SIKKA — Ruas jalan utama yang menghubungkan tiga kecamatan, yakni Kecamatan Bola, Doreng, dan Mapitara, tepatnya di Dusun Botan, Desa Munerana, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, kini berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan dan mengancam keselamatan para pelintas jalan.

Berdasarkan pantauan, hampir separuh badan jalan aspal ambles akibat longsor, menyisakan jalur sempit yang berada tepat di bibir tebing curam.

IDUL FITRI PINTU AIR 20260318 123428 0000.jpg 11 PASKAH 2026 PINTU AIR.jpg

Kerusakan ini menjadi ancaman besar mengingat jalur ini merupakan urat nadi transportasi bagi masyarakat di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Bola, Doreng, dan Mapitara.

Selain mobilitas warga harian, jalan ini merupakan rute vital sektor pariwisata Kabupaten Sikka.

Bus-bus pariwisata yang membawa wisatawan domestik maupun mancanegara rutin melintasi jalur ini untuk berkunjung ke sanggar budaya ternama, seperti Sanggar Bliran Sina di Watublapi dan Sanggar Doka Tawa Tanah di Desa Umauta.

Dengan kondisi jalan yang separuhnya hilang, kendaraan roda empat berukuran besar dipastikan akan kesulitan dan bertaruh nyawa saat melintas.

Kerusakan yang dibiarkan berlarut-larut ini memicu keluhan dan kekhawatiran dari warga setempat serta para pengguna jalan yang menggantungkan aktivitasnya pada jalur ini.

Yokobus Tonce Horang, salah seorang warga yang setiap harinya aktif melintasi jalan tersebut mengungkapkan kerusakan parah ini sudah terjadi sejak bulan Desember 2025lalu, namun hingga pertengahan tahun 2026 ini belum ada tanda-tanda perbaikan dari pihak terkait.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung