Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Dari Seminar hingga Design Thinking, Workshop Positif Bajo Cetak Generasi Peduli Lingkungan

Workshop Positif Bajo “From Waste to Action” di Labuan Bajo melibatkan 200 peserta untuk mendorong generasi muda peduli lingkungan melalui seminar, diskusi, dan design thinking terkait pengelolaan sampah berkelanjutan.

Avatar photo
Reporter : Ade Riberu Editor: Tim Redaksi NTT Post
a12f402d 9baa 4a20 bd11 2e63f28e45bc
Pose bersama Youth Workshop Campaign bertajuk “From Waste to Action”. (Foto: Istimewa)

NTT-Post.com, LABUAN BAJO – Program Positif Bajo bersama PTTEP Indonesia dan PT INGRAM menggelar Youth Workshop Campaign bertajuk “From Waste to Action” di Kampus Politeknik eLBajo Commodus, Kabupaten Manggarai Barat, pada 21-22 Mei 2026. Kegiatan ini bertujuan mendorong keterlibatan generasi muda dalam pengelolaan sampah berkelanjutan di kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas Labuan Bajo.

Workshop tersebut diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri atas mahasiswa, komunitas pemuda, organisasi lingkungan, relawan, dan aktivis keberlanjutan. Melalui seminar, diskusi interaktif, studi kasus, hingga sesi design thinking, peserta diajak memahami persoalan sampah di wilayah pesisir dan destinasi wisata sekaligus merancang kampanye kreatif yang dapat diterapkan di lingkungan masing-masing.

Direktur Politeknik eLBajo Commodus, Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, menyampaikan apresiasi kepada PTTEP Indonesia dan PT INGRAM yang dinilai konsisten mendukung pengelolaan dan pengolahan sampah di Labuan Bajo.

Menurutnya, kampus juga memiliki perhatian serius terhadap pelestarian lingkungan, khususnya penanganan sampah. Ia menyebut kegiatan kerja bakti dan pengelolaan kebersihan kampus dilakukan setiap hari sebagai bagian dari budaya lingkungan di institusi tersebut.

“eLBajo (Politeknik eLBajo Commodus) ini tiap hari kerja bakti. Kampus ini suatu lembaga yang tiap hari kerjanya juga urus sampah. Sampah kita bersihkan terus. Lembaga ini kecil barangnya, tapi besar ide dan kemajuannya,” kata Prof. I Nengah Dasi Astawa.

Dalam kesempatan yang sama, pihak kampus dan PT INGRAM menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) terkait pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Labuan Bajo. Kerja sama itu diharapkan dapat memperkuat kualitas pendidikan sekaligus membangun kepedulian lingkungan di kalangan mahasiswa.

“Kerja sama ini bikin eLBajo makin semangat. Kampus punya target ringkatkan kualitas anak-anak Labuan Bajo tidak saja maju di bidang akademik dan teknologi terapan, tapi juga peduli terhadap pelestarian lingkungan,” tegas Prof. I Nengah Dasi Astawa.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Manggarai Barat, Vinsensius Gande, mengungkapkan timbunan sampah di daerah tersebut mencapai 157,31 ton per hari, dengan produksi sampah individu sekitar 0,5 kilogram per hari.

“Kondisi ini membuat Kabupaten Manggarai Barat masuk kategori daerah sedang,” kata Vinsensius.

Dari jumlah tersebut, rata-rata sampah yang berhasil dikelola mencapai 84,21 ton per hari atau 57,16 persen, sedangkan 62,27 ton atau 42,84 persen masih dibuang ke lingkungan.

Sementara upaya pengurangan sampah 11,85 ton per hari. Untuk penanganan 49,11 persen, dan masih berfokus pada wilayah di sektor tengah dan hilir. Untuk sektor tengah yang ditangani 37,80 ton per hari atau 25,65 persen.

“Salah satu peran dalam upaya penanganan pengurangan sampah adalah peran PT INGRAM. Sementara untuk sektor informal atau pengepul mengurangi hingga 9,86 ton per hari. Sementara yang langsung dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) mencapai 26,27 ton per hari,” jelas Vinsensius.

Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan penanganan sampah di Manggarai Barat masih menjadi tantangan serius.

“Isu sampah masuk indikator utama arah pembangunan di Manggarai Barat. Ini setara mengurus penanganan stunting dan kemiskinan. Dan ini satu-satunya daerah di NTT yang memasukan penanganan sampah sebagai indikator utama pembangunan,” kata Vinsensius.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung