Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Pengungsi Nangahale Kritik Pemda Sikka Fokus Penanganan Hanya di Kota, Usai Insiden Warga Digigit Ular dan Meninggal Dunia

Warga mempertanyakan mengapa perhatian pemerintah lebih terkonsentrasi di pusat kota, sementara desa-desa terdampak seperti Nangahale masih kekurangan tempat berteduh, alas tidur, keamanan lingkungan, hingga perlindungan bagi kelompok rentan.

Avatar photo
Reporter : Nivan Gomez Editor: Redaksi
InShot 20260820 222541894
Pengungsi Nangahale Kritik Pemda Sikka Fokus Penanganan Hanya di Kota, Usai Insiden Warga Digigit Ular dan Meninggal Dunia. | (Foto: Faidin)

NTT-Post.com, SIKKA – Kondisi pengungsi terdampak gempa di Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, menjadi sorotan setelah muncul dua insiden yakni gigitan ular dan kasus meninggalnya salah satu pengungsi akibat minimnya fasilitas di lokasi pengungsian.

Seorang warga Nangahale bernama Hasmida dilaporkan mengalami gigitan ular di area pengungsian pada Rabu malam, 19 Agustus 2026.

Korban sempat mendapat penanganan di Puskesmas Watubaing sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD TC Hillers Maumere. Hingga Kamis (20/8), kondisi kesehatannya belum diketahui secara pasti.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa insiden tersebut terjadi di Posko Pengungsian Nangahale dan korban langsung dibawa ke fasilitas kesehatan setelah kejadian.

Menurut sumber tersebut, persoalan mendasar yang dihadapi pengungsi di Nangahale adalah keterbatasan tenda posko atau tempat tinggal sementara.

Sebagian warga masih bertahan hanya dengan alas terpal dan kain seadanya sebagai pelindung dari udara malam.

Kondisi ini dinilai semakin berat karena mayoritas pengungsi dewasa dan lanjut usia di Nangahale merupakan penyintas tsunami Flores 1992 di Pulau Babi, sehingga trauma yang mereka rasakan berlapis, dari gempa terbaru maupun ingatan atas bencana masa lalu.

Warga Meninggal di Posko Pengungsian

Kondisi pengungsian yang minim fasilitas juga diduga penyebab meninggalnya seorang warga bernama Usman, kelahiran Pulau Beter, 31 Desember 1959, pada Kamis pagi (20/8).

IMG 20260817 WA0048
Tiga Hari Pascagempa M7,7 Flores: 1.551 Warga Nangahale Bertahan Tanpa Tenda ada 27 Ibu Hamil. | (Foto: Dok istimewa)

Usman diketahui memiliki riwayat penyakit sebelumnya. Namun menurut keterangan keluarga dan warga sekitar, kondisinya memburuk selama berada di pengungsian.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung