Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Huntara Penyintas Gunung Lewotobi Terendam Banjir Lumpur, Ribuan Pengungsi Tak Bisa Tidur

Avatar photo
Reporter : Nivan Gomez Editor: Ade Riberu
FotoJet 3 2
Suasana saat banjir merendam kawasan huntara penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Jumat (14/11/2025) malam. Foto: Tangkap Layar Video Warga

NTTPost.com, LARANTUKA – Hunian sementara (huntara) yang baru saja ditempati oleh ribuan penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), terendam banjir bandang yang membawa lumpur tebal pada Jumat malam, 14 November 2025.

Peristiwa ini terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi, menyebabkan ancaman ganda bagi warga yang baru saja menghadapi bencana letusan gunung.

IDUL FITRI PINTU AIR 20260318 123428 0000.jpg 11 PASKAH 2026 PINTU AIR.jpg

​Banjir lumpur tebal mulai menggenangi kawasan huntara penyintas Lewotobi Laki-laki di Flores Timur pada Jumat malam.

Ribuan penyintas yang berasal dari Desa Nawokote dan Hokeng Jaya terpaksa tidak bisa tidur dan harus berjaga-jaga.

Air bercampur lumpur dengan cepat masuk ke dalam masing-masing unit rumah, memaksa warga bergotong-royong membersihkan sisa-sisa lumpur menggunakan peralatan seadanya.

​Kondisi ini sangat memprihatinkan, terutama bagi kelompok rentan. Sejumlah lansia dan anak-anak dilaporkan tidak bisa tidur lelap karena rumah mereka terendam dan ancaman banjir susulan yang lebih parah terus membayangi.

Intensitas hujan lebat yang berkelanjutan dikhawatirkan akan membuat lokasi huntara ini semakin rentan terendam.

Salah seorang penyintas dari Desa Nawokote yang kini tinggal di huntara mengatakan kesulitan menghadapi bencana banjir yang menerjang pemukiman mereka.

Ia mengeluhkan upaya keras yang harus dilakukan warga untuk membersihkan lumpur yang menggenangi rumah.

​”Lumpurnya tebal sekali, masuk sampai ke dalam rumah. Kami harus bangun tengah malam, bergotong-royong membersihkan lumpur ini hanya pakai sapu dan tangan kosong,” ujarnya.

“Anak-anak dan orang tua semua tidak bisa tidur. Kalau hujan begini terus, lokasi kami ini pasti akan semakin parah terendam. Kami takut sekali, belum selesai urusan gunung, sudah datang banjir begini,” tambah dia.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung