Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Konflik Lahan Memanas: Warga Soge dan Gobang Blokir Jalan Tolak Pembersihan HGU Nanghale

Avatar photo
Reporter : Tim Redaksi NTT-Post.com Editor: Redaksi
FotoJet
Warga suku Soge dan Gobang, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka memblokir jalan trans Maumere-Larantuka sebagai memprotes pembersihan lahan HGU oleh PT. Krisrama. (Foto: Dok. Ntt-Post.com)

NTT-Post.com, MAUMERE – Kisruh lahan HGU Nanghale kembali memanas setelah PT Krisrama melakukan pembersihan di area HGU menggunakan kurang lebih 10 traktor pada Senin, 1 Desember 2025.

Rencana itu diadang oleh puluhan warga dari suku Soge dan Gobang yang menempati lahan Hitohalok,  Wairhek  dan Utan Wair di Desa Nanghale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka.

IDUL FITRI PINTU AIR 20260318 123428 0000.jpg 11 PASKAH 2026 PINTU AIR.jpg

Warga memadati jalan trans Maumere-Larantuka dan menahan kendaraan pemerintah dan pihak PT Krisrama yang hendak melewati jalur tersebut. Hal ini menyebabkan kemacetan lalu lintas  kurang lebih dua jam.

Menurut keterangan warga di lokasi, mereka menahan sejumlah orang dari PT Krisrama yang ingin membersihkan lahan yang sudah ditempati sejak lama.

“Kami mendapati informasi bahwa hari ini akan ada pembersihan lahan dengan mengerahkan sejumlah traktor. Kami selaku masyarakat adat memprotes aksi tersebut karena itu merusak tanaman kami,” kata Ricky Fernandes, salah satu warga yang turut dalam aksi pengadangan tesebut.

Menurut Ricky, konflik tanah HGU Nanghale hingga saat ini belum menemukan titik terang sehingga masyarakat adat merasa kecewa karena pihak PT Krisrama mengambil keputusan sepihak untuk pembersihan lahan.

FotoJet 1
Sebagian tanaman yang ditebang oleh PT. Krisrama di lokasi HGU Nanghale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka. (Foto: Dok. NTT-Post.com)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung