NTT-Post.com, SIKKA – Tokoh Hak Asasi Manusia (HAM) sekaligus akademisi, Pater Otto Gusti Madung, melontarkan kritik keras terkait fenomena sosial di balik kasus 13 pekerja Lady Companion (LC) di Pub Eltras.
Ia menyoroti fakta bahwa mayoritas pekerja tempat hiburan malam di Kota Maumere, Kabupaten Sikka, merupakan warga asal Provinsi Jawa Barat.
Pernyataan ini muncul menanggapi rencana Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang berniat segera menjemput dan memulangkan para korban dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) tersebut.
Pater Otto mengapresiasi perhatian Gubernur Jawa Barat, namun ia mengingatkan bahwa penyelesaian masalah tidak boleh berhenti pada aksi penyelamatan yang bersifat populis.
Ia mendorong adanya evaluasi mendalam terhadap akar masalah di pemerintahan Jawa Barat.
“Kita bersyukur Gubernur Jawa Barat punya perhatian. Tapi kita juga sampaikan kepada beliau bahwa hampir semua pekerja pub di Maumere berasal dari Jawa Barat.
Pertanyaannya, kenapa?” ujar Pater Otto mewakili Jaringan HAM usau beraudiens dengan Kapolres Sikka yang diwakili Kasi Humas Polres Sikka, Kamis, (19/2/2026).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












