Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 20.30 WITA. Dari total 11 orang yang berada di atas kapal, tujuh orang berhasil diselamatkan, sementara empat lainnya yang merupakan satu keluarga masih dalam proses pencarian hingga Sabtu (27/12) siang.
Peristiwa bermula saat KM Putri Sakinah bertolak dari Pulau Komodo menuju Pulau Padar pada pukul 20.00 WITA untuk melanjutkan agenda wisata.
Namun, baru sekitar 30 menit perjalanan, kapal mengalami mati mesin di tengah laut. Kondisi tersebut diperparah hingga mengakibatkan kapal tenggelam di perairan Pulau Padar.
Proses evakuasi awal dilakukan secara kolaboratif, di mana tiga penumpang diselamatkan oleh Kapal Nepton, sementara empat lainnya dievakuasi langsung oleh Tim SAR Gabungan menggunakan RIB Pos SAR Manggarai Barat.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, Fathur Rahman, melaporkan bahwa pada pencarian hari kedua, tim mulai menemukan tanda-tanda fisik kapal di bawah radius 5 Nautical Mile dari lokasi kejadian.
“Pukul 12.35 WITA, tim menemukan bodi kamar nakhoda dan serpihan puing kapal. Kami terus berjuang meski dihadang gelombang setinggi 1,5 meter dan arus kuat perairan Pulau Padar,” ujar Fathur.
Operasi SAR Gabungan akan dilanjutkan esok hari dengan harapan dapat segera menemukan Fernando dan anggota keluarga lainnya di tengah kondisi cuaca yang masih fluktuatif di kawasan Taman Nasional Komodo.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












