Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

GMNI Sikka Tolak Pembangunan Vila dan Galangan Kapal di Wair Terang, Cium Aroma Kejanggalan Proyek PT ASP

"Ada kejanggalan besar di balik pembangunan ini. Mengapa pembangunan vila sudah mencapai 100%, baru diadakan sosialisasi? Seharusnya sosialisasi dan edukasi dampak lingkungan dilakukan terlebih dahulu sebelum batu pertama diletakkan, dan itu pun harus melibatkan kesepakatan semua elemen masyarakat," tegas Iko Goban.

Avatar photo
Reporter : Nivan Gomez Editor: Redaksi
IMG 20260614 082827
Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Sikka secara tegas menolak pembangunan vila dan galangan kapal oleh PT Atlas Samudera Perkasa di Desa Wair Terang, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka. | (Foto: HO GMNI Sikka)

NTT-Post.com, SIKKA – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Sikka secara tegas menolak pembangunan vila dan galangan kapal oleh PT Atlas Samudera Perkasa di Desa Wair Terang, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka.

Penolakan tersebut disampaikan bertepatan dengan pelaksanaan kegiatan Sosialisasi Edukasi Usaha dan/atau Pembangunan Vila dan Galangan Kapal PT Atlas Samudera Perkasa di Aula Kantor Kepala Desa Wair Terang, Sabtu (13/6/2026).

Ketua GMNI Sikka, Iko Goban, menyatakan adanya kejanggalan besar lantaran proses pembangunan fisik vila sudah rampung 100 persen, namun pemerintah daerah dan pihak swasta baru melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

“Ada kejanggalan besar di balik pembangunan ini. Mengapa pembangunan vila sudah mencapai 100%, baru diadakan sosialisasi? Seharusnya sosialisasi dan edukasi dampak lingkungan dilakukan terlebih dahulu sebelum batu pertama diletakkan, dan itu pun harus melibatkan kesepakatan semua elemen masyarakat,” tegas Iko Goban.

IMG 20260614 082744
Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Sikka secara tegas menolak pembangunan vila dan galangan kapal oleh PT Atlas Samudera Perkasa di Desa Wair Terang, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka. | (Foto: HO GMNI Sikka)

GMNI Sikka menduga adanya kepentingan terselubung antara Pemerintah Kabupaten Sikka dengan PT Atlas Samudera Perkasa, mengingat pembiaran pembangunan tanpa amdal dan sosialisasi dini ini terkesan dipaksakan.

“Kami menduga Pemerintah Kabupaten Sikka punya kepentingan dengan PT Atlas Samudera Perkasa karena memperbolehkan pembangunan tanpa izin lingkungan,” ujar Iko Goban.

Iko menegaskan, wilayah Wair Terang merupakan zona sensitif terumbu karang dan rumah ikan.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung