Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Hujan dan Angin Jadi Ancaman, Pasutri Lansia di Doreng Sikka Huni Rumah Reot Beratap Terpal

Saat ditemui media ini, Pidelis berbicara dengan suara pelan dan terbata-bata. Di sampingnya, Maria Pinteja hanya sesekali menyeka air mata yang mulai menggenang di kelopak matanya. Keduanya tampak menahan kesedihan yang mendalam saat menceritakan kepedihan hidup yang harus mereka jalani.

Avatar photo
Reporter : Nivan Gomez Editor: Redaksi
IMG 20260712 WA0006
Hujan dan angin jadi ancaman, pasutri lansia di Doreng SIKKA huni rumah lapuk beratap terpal. | (Foto: Aris Halilintar)

Berdasarkan pantauan visual, kondisi fisik bangunan memang sudah sangat memprihatinkan.

Kerusakan parah terjadi pada bagian atap, dinding bambu yang mulai lapuk, serta rangka penyangga bangunan yang mulai miring dan rapuh.

Jika tidak segera mendapat penanganan, rumah ini dikhawatirkan akan roboh dan membahayakan keselamatan jiwa pasangan lansia tersebut.

Keprihatinan mendalam juga datang dari tetangga sekitar. Yordanus Yordan, salah seorang tetangga pasutri tersebut, mengaku iba melihat kondisi kehidupan Pidelis dan Maria.

Menurut Yordan, saat hujan turun, pasutri lansia ini dipastikan berada dalam situasi yang sangat sulit.

“Kasihan mereka kalau hujan turun, setengah mati. Semoga pemerintah atau pihak-pihak yang peduli bisa segera membantu mereka,” harap Yordan penuh keprihatinan.

Potret buram kehidupan pasangan lansia di Dusun Hepang ini menjadi gambaran nyata bahwa di pelosok Kabupaten Sikka, masih ada warga yang harus berjuang di tengah keterbatasan yang ekstrem.

Di saat berbagai program pembangunan daerah terus digulirkan, Pidelis dan Maria masih setia menunggu satu hal yang sederhana: sebuah rumah yang mampu melindungi mereka dari terik panas dan derasnya hujan.

Kini, harapan Pidelis Liseng dan Maria Pinteja tidak muluk-muluk. Di sisa usia mereka, pasangan lansia ini hanya ingin memiliki tempat tinggal yang layak.

Sebuah rumah yang tidak lagi bocor, dan tidak lagi menghantui mereka dengan rasa takut setiap kali angin kencang bertiup.

Mereka hanya berharap dapat menghabiskan masa tua dengan rasa aman di sebuah rumah yang benar-benar pantas disebut sebagai tempat berlindung.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung