NTT-Post.com, SIKKA – Langit mendung selalu menghadirkan kecemasan bagi pasangan lanjut usia (lansia), Pidelis Liseng (70) dan istrinya, Maria Pinteja (68).
Warga Dusun Hepang, Desa Nenbura, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini harus melewati masa tua mereka di sebuah gubuk yang jauh dari kata layak.
Bagi mereka, hujan bukan lagi berkah musim, melainkan ancaman yang setiap saat bisa merenggut kenyamanan di dalam rumah.
Rumah sederhana yang mereka tempati berdinding anyaman bambu dengan fondasi seadanya. Atap alang-alang yang dahulu menjadi pelindung, kini hampir seluruhnya rusak dimakan usia.
Sebagai penahan darurat, sebagian atap terpaksa ditutupi terpal hijau. Namun, ketika angin kencang menerjang, terpal itu terangkat dan robek, membuat air hujan leluasa masuk dari berbagai sisi.
Saat hujan deras mengguyur, tidak ada ruang yang benar-benar aman dari tetesan air. Lantai tanah berubah menjadi basah dan becek, memaksa mereka memindahkan perabot seadanya ke sudut yang lebih aman.
Kondisi fisik Pidelis yang kian merapuh di usia senja memperburuk keadaan. Ia mengaku sering sakit-sakitan. Tenaga yang semakin melemah membuatnya tak mampu lagi memperbaiki kerusakan rumah yang kian hari kian parah.
Saat ditemui media ini, Pidelis berbicara dengan suara pelan dan terbata-bata. Di sampingnya, Maria Pinteja hanya sesekali menyeka air mata yang mulai menggenang di kelopak matanya. Keduanya tampak menahan kesedihan yang mendalam saat menceritakan kepedihan hidup yang harus mereka jalani.
“Kalau hujan deras, kami tidak bisa tidur tenang. Air masuk dari mana-mana. Kami hanya bisa bertahan,” tutur Pidelis.
Maria Pinteja tidak banyak membalas kata. Tatapannya lebih sering tertuju kosong ke arah atap rumah yang sebagian besar hanya ditutupi terpal.
Sesekali ia menghela napas panjang, seolah pasrah menghadapi kenyataan pahit yang terus berulang setiap kali musim penghujan tiba.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












