Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Hunian Warga Penyintas Erupsi Lewotobi Diterjang Banjir, Gegara Huntara Dibangun Tanpa Fondasi dan Drainase?

Avatar photo
Reporter : Ade Riberu Editor: Tim Redaksi
FotoJet 1 4
Kondisi di Huntara 3 Desa Konga, Flores Timur, pasca diterjang banjir pada Selasa, 9 Desember 2025. (Foto: Istimewa)

Sintus menyebut, hunian sementara tersebut dibangun tanpa fondasi dan tanpa drainase, sehingga tanah tumpangan tidak stabil saat diguyur hujan berintensitas tinggi. Kondisi itu, kata dia, mempercepat pergerakan tanah dan meningkatkan risiko banjir maupun longsor.

Akibat banjir yang menggerus bagian bawah bangunan, beberapa copel mulai tampak miring. Ia menilai kondisi ini menunjukkan lemahnya perencanaan dan kurang matangnya konstruksi pada tahap pembangunan huntara.

IDUL FITRI PINTU AIR 20260318 123428 0000.jpg 11 PASKAH 2026 PINTU AIR.jpg

Data yang berhasil dihimpun, dari 34 kamar yang terdampak, sembilan unit mengalami kerusakan paling parah. Unit-unit tersebut ditempati oleh Bernadete Budi Gapun, Ester Maria Mukin, Tomas Titi Kolin, Damianus Nong Kolin, Yohanes Watan Mate, Aloisius Labi Koban, Damianus Duli Kwuta, Maria Tuto Sura, dan Gabriel Beda Punang.

Baca Juga: Waspada Cuaca Ekstrem di NTT 7-9 Desember 2025, BMKG Kupang Keluarkan Peringatan Dini

Atas kondisi tersebut, Sintus meminta pemerintah daerah melalui instansi teknis terkait untuk segera melakukan penanganan darurat.

Ia menekankan pentingnya pembangunan drainase, turap, penguatan struktur menyerupai fondasi, serta penataan ulang area rawan longsor guna mencegah kejadian serupa terulang.

“Kami berharap pihak Pemda Flores Timur melalui instansi-intansi teknis terkait segera melakukan penanganan semisal pembuatan drainase serta turap dan penguatan sisi yang menyerupai fondasi pada setiap copel dan penataan ulang area yang berisiko longsor,” harapnya.

Warga kini menanti langkah cepat dari pemerintah daerah agar hunian sementara yang seharusnya menjadi tempat aman bagi para penyintas tidak kembali berubah menjadi area rawan bencana.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung