Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Jelang Eksekusi Lahan Sengketa, Warga Atambua Serang Aparat Dengan Bom Molotov

Avatar photo
Reporter : Varlo da Costa Editor: Nivan Gomez
IMG 20251205 195020
Situasi mencekam dan tegang melanda kawasan Halifehan, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu, jelang eksekusi lahan sengketa. | (Foto: HO)

Aparat gabungan yang terdiri dari Polres Belu, TNI, Satpol PP, dan Brimob telah bersiaga penuh di lokasi. Sejumlah peralatan berat juga telah dikerahkan dan ditempatkan di titik eksekusi, menunggu instruksi resmi untuk memulai pengosongan.

NTT-Post.com, ATAMBUA – Situasi mencekam dan ketegangan tinggi melanda kawasan Halifehan, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Jumat (5/12/2025).

IDUL FITRI PINTU AIR 20260318 123428 0000.jpg 11 PASKAH 2026 PINTU AIR.jpg

Ketegangan ini terjadi menjelang pelaksanaan eksekusi lahan sengketa oleh Pengadilan Negeri (PN) Atambua di sepanjang Jalan Marsda Adi Sucipto, Kelurahan Tulamalae.

Warga yang menempati lokasi sengketa melakukan perlawanan dengan memblokade jalan, membakar ban, melempari aparat keamanan dengan batu, dan bahkan terlihat menggunakan bom molotov untuk menyerang barisan petugas gabungan.

Blokade dan Serangan di Perbatasan

Aksi penolakan keras ini memicu blokade jalan di sejumlah titik, termasuk sepanjang Jalan Marsda Adi Sucipto (cabang Sentral menuju Perpustakaan) dan Jalan Lilin II (samping pekuburan Katolik menuju perempatan SDK Tenubot).

Warga diimbau untuk menghindari jalur tersebut karena meningkatnya potensi bentrokan antara warga yang menolak dengan aparat keamanan.

IMG 20251205 195039 1
Situasi mencekam dan tegang melanda kawasan Halifehan, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu, jelang eksekusi lahan sengketa. | (Foto: HO)

Sebanyak 34 Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari sekitar 205 jiwa menempati area seluas 19.000 \, m^2 yang menjadi objek sengketa.

Penolakan warga didasarkan pada klaim bahwa mereka tidak menerima dua surat pemberitahuan resmi sebelum eksekusi dilaksanakan.

Selain pembakaran ban dan pelemparan batu, terlihat juga warga bersenjata tongkat dan kayu, serta peledakan petasan, yang menambah suasana semakin tegang.

Aparat gabungan yang terdiri dari Polres Belu, TNI, Satpol PP, dan Brimob telah bersiaga penuh di lokasi. Sejumlah peralatan berat juga telah dikerahkan dan ditempatkan di titik eksekusi, menunggu instruksi resmi untuk memulai pengosongan.

Hingga berita ini diturunkan, situasi masih tegang. Aparat masih berupaya melakukan pendekatan persuasif kepada warga, namun persiapan eksekusi tetap dilanjutkan.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung