“Jadi dari kami Cipayung, kami menilai bahwa Pak Bupati ini dengan keluar daerah ke Jakarta bahwa ini bentuk pelarian, bahwa minimnya tanggung jawab dari Pak Bupati Sikka karena sudah tahu kami datang melakukan aksi dan mengevaluasi,” ujar Wilfirdus Igo.
Ia juga menambahkan bahwa ketidakhadiran Bupati menunjukkan lemahnya prinsip kepemimpinan dalam menghadapi aspirasi masyarakat.
“Ini menunjukkan satu ketidak ada prinsip tanggung jawab dari Pak Bupati Sikka,” tegasnya.
Berbeda dengan aksi pertama yang tidak berhasil menemui pimpinan daerah, pada aksi jilid kedua ini massa akhirnya diterima oleh Wakil Bupati Sikka untuk melakukan audiensi.
Wilfirdus Igo menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut, Wakil Bupati merespons positif berbagai tuntutan yang dibawa oleh mahasiswa.
“Tadi tanggapan Pak Wakil Bupati, beliau terima baik masukan dan rekomendasi kita akan dijalankan ke depannya,” pungkasnya.
Meski diterima oleh Wakil Bupati, massa tetap menyayangkan sikap Bupati Sikka yang dianggap melarikan diri ke ibu kota saat kinerjanya tengah dievaluasi oleh mahasiswa.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












