NTT-Post.com, MAUMERE – Kisruh lahan HGU Nanghale kembali memanas setelah PT Krisrama melakukan pembersihan di area HGU menggunakan kurang lebih 10 traktor pada Senin, 1 Desember 2025.
Rencana itu diadang oleh puluhan warga dari suku Soge dan Gobang yang menempati lahan Hitohalok, Wairhek dan Utan Wair di Desa Nanghale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka.
Warga memadati jalan trans Maumere-Larantuka dan menahan kendaraan pemerintah dan pihak PT Krisrama yang hendak melewati jalur tersebut. Hal ini menyebabkan kemacetan lalu lintas kurang lebih dua jam.
Menurut keterangan warga di lokasi, mereka menahan sejumlah orang dari PT Krisrama yang ingin membersihkan lahan yang sudah ditempati sejak lama.
“Kami mendapati informasi bahwa hari ini akan ada pembersihan lahan dengan mengerahkan sejumlah traktor. Kami selaku masyarakat adat memprotes aksi tersebut karena itu merusak tanaman kami,” kata Ricky Fernandes, salah satu warga yang turut dalam aksi pengadangan tesebut.
Menurut Ricky, konflik tanah HGU Nanghale hingga saat ini belum menemukan titik terang sehingga masyarakat adat merasa kecewa karena pihak PT Krisrama mengambil keputusan sepihak untuk pembersihan lahan.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












