Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Logistik Terus Didistribusikan, Pemkab Sikka Pastikan Tidak Ada Penumpukan Bantuan di Posko BPBD

“Pendistribusian logistik sudah dilakukan sejak Minggu, 16 Agustus 2026. Untuk wilayah Kecamatan Palue, bantuan dibawa langsung oleh Bupati Sikka bersama anggota Forkopimda Kabupaten Sikka dan Tim PLN Flores Bagian Timur,” jelas Margaretha di Pos Komando Tanggap Darurat, Selasa (18/8/2026).

Avatar photo
Reporter : Nivan Gomez Editor: Redaksi
IMG 20260818 WA0054 e1787032847769
Logistik Terus Didistribusikan, Pemkab Sikka Pastikan Tidak Ada Penumpukan Bantuan di Posko BPBD. | (Foto: Dok Humas Pemda)

Di lokasi pengungsian, khususnya di Kecamatan Palue, pemerintah juga mendistribusikan sejumlah perlengkapan pendukung, meliputi 5 unit tenda pengungsi berukuran 6×12 meter, 146 tenda keluarga berukuran 4×4 meter berwarna oranye beserta terpal tenda, 200 kasur lipat, 400 tikar, 400 selimut, dan 300 paket sembako.

Bantuan lain berupa 100 paket perlengkapan anak (kids ware), 10 unit genset, 100 hygiene kit, 5 unit water tank, 3 unit baterai light power, serta 2 unit charger light power.

Selain menangani dampak gempa, Pemkab Sikka turut memberi perhatian pada kebutuhan masyarakat di wilayah yang terdampak bencana lain.

Hingga Senin, 17 Agustus 2026, pemerintah telah mendroping bantuan air minum ke Desa Kringa, menyusul tercemarnya sumber air masyarakat akibat aktivitas erupsi Gunung Lewotobi.

Distribusi ini dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh akses air bersih dan layak bagi kebutuhan sehari-hari.

Margaretha menegaskan bahwa seluruh bantuan yang masuk terus diproses dan didistribusikan kepada masyarakat sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan.

“Kami pastikan tidak ada penumpukan logistik di Posko BPBD Kabupaten Sikka. Setiap bantuan yang masuk terus diproses untuk didistribusikan ke wilayah-wilayah yang membutuhkan,” tegasnya.

Ia menambahkan, Pemkab Sikka terus melakukan koordinasi antara Posko Komando Tanggap Darurat, BPBD, OPD, TNI-Polri, pemerintah kecamatan dan desa, serta unsur terkait lainnya agar pendistribusian bantuan berlangsung cepat, tepat sasaran, dan merata.

“Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa bumi, khususnya warga yang masih berada di lokasi pengungsian, dapat terpenuhi selama masa tanggap darurat,” pungkasnya.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung