Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Makanan Berulat di Sekolah, Wabup TTU Semprot Keras Pengelola MBG

Avatar photo
Reporter : Ramos Suni Editor: Ade Riberu
FotoJet 1 1
Ketua Satgas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang juga Wakil Bupati TTU, Kamilus Elu. (Foto: Ramos/NTT Post)

Menurutnya, generasi penerima MBG saat ini merupakan bagian dari persiapan menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, SPPI dan SPPG sebagai perpanjangan tangan Badan Gizi Nasional (BGN) harus memberikan pelayanan terbaik.

“Jangan perdaya anak-anak SD hingga SMA/SMK/MTs di TTU dengan makanan berulat. Setiap dapur ada ahli gizi. Sebelumnya anak-anak makan dari rumah tanpa pengawasan ahli gizi pun tidak ada yang keracunan. Jadi pengawasan harus diperketat dan jangan membuat program ini tidak masuk akal,” ujarnya.

IDUL FITRI PINTU AIR 20260318 123428 0000.jpg 11 PASKAH 2026 PINTU AIR.jpg

Selain menyoroti kualitas makanan, Wakil Bupati juga meminta agar pengelola dapur memberdayakan petani lokal dengan menggunakan beras dari wilayah TTU seperti Wini, Haekto, dan Lurasik.

Ia menegaskan, program MBG harus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal, bukan hanya menjadikan mereka penonton.

Kamilus juga mengingatkan, jika SPPI dan SPPG mengalami kendala suplai bahan baku, maka harus berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah TTU, bukan mengambil keputusan sepihak.

“Bupati dan Wakil Bupati adalah penanggung jawab di TTU. Tidak boleh ada ego sektoral. Semua harus bekerja demi kepentingan anak-anak dan masa depan daerah ini,” pungkasnya.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung