“Kami merasa seperti mau perang. Ini pasar, bukan tempat kejahatan, tapi kenapa dijaga tentara dan polisi begitu banyak?” kata , saat ditemui di lokasi pasar darurat di Jalan Bengkunis Raya.
NTT-Post.com, SIKKA – Proses penutupan total aktivitas Pasar Wuring yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Sikka sejak Selasa (9/12/2025) diwarnai penjagaan yang sangat ketat.
Gerbang masuk Pasar Wuring, di Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, dipasangi papan pengumuman dan dijaga berlapis oleh tim gabungan TNI-Polri, Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP), dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Sikka.
Ketatnya penjagaan ini menimbulkan rasa terintimidasi bagi para pedagang kecil yang kini terpaksa berjualan di bahu jalan.
Diniati (25) seorang nelayan wanita yang juga pedagang ikan menyebut penjagaan yang dilakukan Satgas Penertiban membuat pedagang tidak berani mendekat ke lokasi pasar yang ditutup.
“Kami merasa seperti mau perang. Ini pasar, bukan tempat kejahatan, tapi kenapa dijaga tentara dan polisi begitu banyak?” kata , saat ditemui di lokasi pasar darurat di Jalan Bengkunis Raya, Rabu, 9 Desember 2025.
Menurut Diniati, percobaan penutupan pasar Wuring memang sudah terjadi setiap tahun sejak 2022, namun tidak ada penjagaan yang melibatkan ratusan TNI-Polri.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












