Menurut Pater Krispin, aksi serupa sebelumnya juga telah dilakukan oleh umat di Desa Usapinonot.
Ia menegaskan bahwa gerakan gotong royong ini akan terus berlanjut di wilayah Paroki Mamsena guna menjamin keselamatan warga dan kelancaran arus transportasi.
“Hampir setiap waktu jalan ini dilintasi masyarakat untuk aktivitas ekonomi dan pelayanan umat, jadi dengan swadaya kami harus perbaiki,” tuturnya.
Lanjut Pater, seluruh material yang digunakan dalam perbaikan ini murni berasal dari sumbangan swadaya umat dan masyarakat Desa Admen.
Aksi ini menjadi bentuk protes sekaligus solusi nyata masyarakat dalam menghadapi kendala infrastruktur yang menghambat pergerakan ekonomi di wilayah tersebut.
“Semoga kedepan Pemerintah Kabupaten bisa memperbaiki jalan ini menjadi lebih baik.” tutup Pater. ***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












