Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Polisi Ungkap Kronologi Penemuan Mayat Perempuan Tergantung di Hutan Oemasi-TTU

Kata Kapolsek, pencarian tersebut berakhir memilukan saat warga menemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia, tergantung pada sebatang pohon menggunakan tali hutan atau yang biasa disebut mausak. Warga pun langsung melaporkan temuan tersebut ke pihak kepolisian.

Avatar photo
Reporter : Ramos Suni Editor: Nivan Gomez
IMG 20260519 195508
Penemuan sesosok mayat perempuan dalam kondisi tergantung di kawasan Hutan Oemasi pada Senin (18/5/2026) pagi. | (Foto: Ramos Suni)

NTT-Post.com, TTU – Warga Desa Napan, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan dalam kondisi tergantung di kawasan Hutan Oemasi pada Senin (18/5/2026) pagi.

Korban diduga nekat mengakhiri hidupnya setelah terlibat pertengkaran dengan sang suami.

IDUL FITRI PINTU AIR 20260318 123428 0000.jpg 11 PASKAH 2026 PINTU AIR.jpg

Peristiwa tragis ini pertama kali dilaporkan oleh Kepala Desa Napan kepada Piket Polsubsektor Napan sekitar pukul 09.30 WITA.

Menindaklanjuti laporan warga, Kapolsek Miomaffo Timur, Ipda Kornelis Lamapaha bersama Unit Identifikasi langsung bergerak ke lokasi dan tiba sekitar pukul 11.20 WITA untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, peristiwa ini bermula dari perselisihan rumah tangga. Pada Minggu (17/5/2026) sekitar pukul 07.00 WITA, korban diketahui sempat bertengkar hebat dengan suaminya, Jose Beno, yang diduga dipicu oleh faktor cemburu.

“Sekitar pukul 12.00 WITA, suami korban sempat mengecek keberadaan korban di rumah, namun yang bersangkutan sudah tidak ada di tempat,” tulis laporan kronologi kejadian.

Lanjut Ipda Kornelis , karena korban tak kunjung kembali hingga sore hari, pihak keluarga yang merasa cemas mulai melakukan pencarian.

“Upaya pencarian berlanjut hingga keesokan harinya, Senin (18/5) pagi sekitar pukul 08.00 WITA. Keluarga bersama warga menyisir kawasan Hutan Oemasi dan mengikuti aliran kali setempat,” jelasnya.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung