Rentang usia yang lebar ini mengindikasikan praktik prostitusi di Maumere melibatkan berbagai kalangan dan lapisan masyarakat.
NTT-Post.com, MAUMERE – Profil pelanggan pekerja seks komersial (PSK) di Kota Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, menunjukkan tren mengkhawatirkan dengan dominasi usia pelanggan berkisar antara 30 hingga 50an tahun.
Hal ini terungkap setelah Satpol PP serta gabungan TNI-Polri mengamankan sepuluh orang perempuan pekerja seks dalam operasi penertiban pada Selasa, 19 November Malam.
Kepala Seksi Pengawasan, Pembinaan, dan Penyuluhan Kantor Satpol PP dan Damkar Sikka, Yosef Nong mengatakan, dari hasil pemeriksaan para pekerja seks mengaku lebih banyak melayani pelanggan pekerja berusia 30 hingga 50-an tahun.
“Mereka mengakui bahwa pelanggan yang paling sering itu adalah orang yang sudah bekerja dengan umur dari 30 sampai 50an tahun,” tutur Yosef Nong, saat konferensi pers di Kantor Satpol-pp Sikka, Rabu, 19 November 2025.
Tak hanya usia dewasa, Yesef Nong juga mengungkapkan pelanggan dari pekerja seks juga dari kalangan usia remaja seperti 20-an.
“Dari pemeriksaan kami menemukan bahwa pelanggan PSK ini tidak mengenal batas usia. Ada yang masih sangat muda, 20 tahun, bahkan ada yang sudah mencapai usia 50an tahun,” ujarnya.
Pekerja seks mengaku lebih gemar melayani pelanggan kalangan pekerja yang berusia 30-50an kerena tidak nego tarif yang ditawarkan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












