Kendaraan tersebut sering miring dan limbung saat melewati lubang, yang berisiko terbalik dan menindih warga atau pengendara di sekitarnya.
Meski wilayah ini sering dikunjungi saat masa kampanye maupun reses pejabat, perbaikan yang dijanjikan tak kunjung menjadi nyata.
“Setiap kampanye, setiap reses, selalu dijanjikan akan diperbaiki. Itu membuat masyarakat resah dengan kata-kata itu. Dijanjikan bulan sekian, tahun sekian, tapi tidak ada realisasinya,” ujarnya.
Saat hujan turun meski hanya dua jam, air akan menggenang sepanjang jalan itu. Lubang-lubang dalam yang tertutup air sering kali menjebak kendaraan besar.
Selain tanam pohon pisang, warga dan pengusaha lokal juga berinisiatif melakukan perbaikan secara swadaya dengan mengumpulkan material agregat untuk menimbun lubang-lubang terdalam.
Upaya mandiri ini dilakukan mengingat ruas jalan tersebut merupakan jalur krusial bagi warga, terlebih menjelang arus mudik Lebaran Idul Fitri 2026.
Warga menegaskan bahwa aksi tanam pohon pisang ini akan terus berlanjut hingga ada langkah konkret dari pemerintah untuk memperbaiki akses jalan tersebut secara permanen.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












