Ketiga, Uskup menekankan tindakan nyata agar menjadi obor yang membebaskan. Pesan terakhir menekankan bahwa Tahun Baru 2026 adalah momentum untuk aksi nyata.
Keselamatan dan kasih tidak boleh ditunda dalam bentuk teori, tetapi harus diwujudkan dalam keputusan-keputusan yang adil bagi anggota.
“KSP Kopdit Obor Mas harus sungguh menjadi obor yang menerangi, memberi harapan bukan beban, dan membebaskan bukan menindas,” tutup Uskup Maumere dalam pesannya yang menyentuh.
Selain dimensi spiritual, acara ini juga menjadi ajang apresiasi bagi sumber daya manusia di Obor Mas.
Rangkaian acara dimeriahkan dengan penyerahan sertifikat kompetensi sebagai bukti komitmen profesionalisme karyawan.
Selanjutnya tukar kado yang disebut untuk mempererat keakraban antara jajaran pengurus dan staf. Dan terakhir acara ramah tamah untuk merayaan syukur yang sederhana namun penuh makna.
Turut hadir dalam acara ini Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi, serta tokoh penggerak koperasi nasional, Romanus Woga, yang semakin menegaskan posisi strategis Obor Mas sebagai pilar ekonomi kerakyatan di Sikka.
Dengan semangat baru dan berkat yang diterima, KSP Kopdit Obor Mas kini menatap Tahun Buku 2026 dengan optimisme untuk terus menjadi cahaya bagi masyarakat kecil.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












