Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Sebanyak 9.000 PPPK di NTT Terancam Dirumahkan pada 2027

“Dan kalau pemerintah pusat tetap tidak rubah aturan tersebut, mau tidak mau 9.000 PPPK akan dirumahkan,” tambah Melki

Avatar photo
Reporter : Nivan Gomez Editor: Redaksi
Screenshot 2026 02 26 16 40 41 070 com.android.chrome edit
Gubernur NTT, Melki Laka Lena. | (Foto: Dok Istimewa)

Ia mengatakan pemerintah daerah juga harus memikirkan masyarakat miskin yang terdampak, termasuk kalangan muda dan aparatur sipil negara (ASN) yang berpotensi kehilangan pekerjaan.

“Ini tidak mudah, di luar 9.000 orang ini yang nanti dirumahkan termasuk anak muda dan Aparatur Sipil Negara (ASN). Ada banyak masyarakat miskin harus kita pikirkan juga,” jelasnya.

IDUL FITRI PINTU AIR 20260318 123428 0000.jpg 11 PASKAH 2026 PINTU AIR.jpg

Gubernur mendorong masyarakat dan juga para PPPK yang ingin berusaha produktif agar bisa memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Tersedia lebih dari Rp3 triliun dana KUR yang bisa diakses. Terutama untuk pinjaman di sektor potensial pertanian, peternakan, perkebunan, kelautan, perikanan, dan pariwisata,” jelas Gubernur.

“Sekarang bukan lagi kerja berdasarkan gajian bulanan, tapi kerja layak di sektor swasta,” tambah Melki.

Ia menambahkan bahwa banyak lahan di NTT yang masih “tidur” dan membutuhkan tangan-tangan produktif untuk mengolahnya.

Saat ini, pemerintah provinsi tengah mengidentifikasi faktor kunci untuk mengoptimalkan sektor-sektor tersebut sebagai lapangan kerja baru.

Menutup keterangannya, Melki yang juga memiliki latar belakang aktivis menyatakan bahwa ia sangat terbuka terhadap kritik dari masyarakat terkait kebijakan ekstrem ini. Ia menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan kekuasaan.

“Silakan kritik apa saja, asalkan bukan hoaks atau kebencian. Kami ingin ini menjadi buku terbuka demi kebaikan bersama,” pungkasnya.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung