”Jujur, secara teknis HKT Family memberikan tekanan yang luar biasa. Tapi saya katakan kepada anak-anak saat jeda set keempat, bahwa pertandingan belum selesai sebelum peluit akhir berbunyi. Saya bangga mereka tidak memilih untuk menyerah,” ujar Rikardy.
Ia juga menekankan bahwa kemenangan ini adalah buah dari latihan keras dan kedisiplinan yang mereka bangun selama ini.
”Ini murni kemenangan mental. Melakukan comeback di partai final dengan tensi setinggi itu tidaklah mudah. Mereka membuktikan bahwa kerja keras di sesi latihan tidak mengkhianati hasil. Mereka bertarung dengan hati, dan itulah yang membuat kami berdiri sebagai juara hari ini,” tambahnya.
Gelar juara Alap-Alap Cup ini bukanlah kebetulan. Ini merupakan trofi kedua yang dipajang di lemari prestasi Briviks sepanjang tahun 2026. Sebelumnya, tim ini juga sukses menjuarai turnamen bergengsi Epi Cup I.
Rikardy menyebut kemenangan itu tidak hanya sebatas taktik di lapangan namun ada dukungan luar biasa dari suporter.
Ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para suporter yang tak henti-hentinya meneriakkan yel-yel dukungan.
“Dukungan suporter menjadi energi tambahan bagi para pemain di lapangan. Gelar ini untuk mereka semua,” tutup Rikardy.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












