Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Tim 9 dan GMNI Sikka Gelar Aksi di Kejari Sikka, Tuntut Penuntasan Korupsi Perumda Wairpuan Rp6,75 Miliar

Avatar photo
Reporter : Nivan Gomez Editor: Redaksi
InShot 20260427 110005738
Flayer aksi Tim 9 (kiri) dan Flayer aksi GMNI Cabang Sikka (Kanan). | (Foto: Dok. Istimewa)

NTT-Post.com, SIKKA – Kelompok massa, Tim 9 (Suara Rakyat untuk Keadilan) dan organisasi GMNI Cabang Sikka, menggelar aksi damai untuk menuntut kepastian hukum atas dugaan korupsi di Perumda Wairpuan yang telah mangkrak selama lima tahun.

Kedua aksi berbeda ini dijadwalkan berpusat di Kejaksaan Negri Sikka, pada Senin pagi (27/4/2026).

IDUL FITRI PINTU AIR 20260318 123428 0000.jpg 11 PASKAH 2026 PINTU AIR.jpg

Dalam flayer yang diterima NTT-Post.com, kedua aksi dimulai sejak pukul 10.00 WITA ini menyoroti hilangnya uang negara sebesar Rp6,75 miliar dalam proyek pipanisasi air minum perkotaan yang dikerjakan Perumda Wairpuan.

Dalam flayer milik Tim 9, dituliskan mandeknya kasus ini bukan sekadar masalah administrasi, melainkan bentuk pengkhianatan terhadap hak dasar rakyat Kabupaten Sikka akan air bersih.

Tim 9 dijadwalkan memulai aksi dari patung selamat datang Maumere menuju kejaksaan Negri Sikka.

Diflayer berbeda, GMNI Sikka mengecam keras ketidakjelasan status hukum kasus ini. Mereka mendesak aparat penegak hukum untuk segera menaikkan status perkara ke tahap penyidikan tanpa membuat alasan yang dibuat-buat.

“Lima tahun tidak ada kepastian hukum, hak air bersih rakyat digadai! Mana kepedulian penegak hukum? Jangan biarkan kami mati kekeringan di tengah dugaan korupsi Rp6,75 miliar. Usut tuntas kasus Wairpuan sekarang,” tulis flayer itu.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung