Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Tokoh Adat Sikka, Wens Wege Usul Ritual Adat untuk Pulihkan Martabat Guru dan Wibawa Bupati

Wens mengusulkan ritual pemulihan yang disebut sebagai 'Puli Meang Haput Waen, Guni Gelo Tena Lahin Bon Bowo' bertujuan mengembalikan "wajah" Guru yang sempat jatuh di hadapan rekan sejawatnya, sekaligus menyembuhkan luka fisik dan batinnya menggunakan simbol kunyit dan kemiri.

Avatar photo
Reporter : Redaksi Editor: Tim Redaksi
IMG 20260117 140318
Wens Wege, Tokoh adat Kabupaten Sikka. | (Foto: HO Wens Wege)

Ketiga Duduk Bersama Sebagai anak tanah. Wens menganjurkan agar memposisikan keduanya sebagai ‘Me Dulak Bua, Pu Loran Gae’ (Anak asli tanah ini).

“Di sini diakui bahwa Guru tersebut keliru secara disiplin (merokok), namun Bupati juga keliru dalam cara menegur yang merendahkan martabat,” ujarnya.

IDUL FITRI PINTU AIR 20260318 123428 0000.jpg 11 PASKAH 2026 PINTU AIR.jpg

Keempat ia berharap Guru tersebut mengakui kesalahan tanpa dipermalukan, dan Bupati mengakui kekeliruan cara tanpa kehilangan wibawa.

Kelima Ritual adat ‘Puli Meang Haput Waen, Guni Gelo Tena Lahin Bon Bowo’, yang dimaksudkan untuk Pembersihan dan pemulihan nama baik secara spiritual dan fisik oleh tokoh adat.

Keenam ia meminta Bupati Sikka untuk berjanji kedepannya menegur sesuai etika prosedur, dan guru berjanji menjadi teladan disiplin.

Dan selanjutnya ditutup dengan Pernyataan Damai kepada Publik. Wens meminta tokoh adat mengumumkan perdamaian untuk memulihkan kepercayaan masyarakat.

Wens Wege mengingatkan masalah yang dibesarkan di luar rumah hanya akan melukai banyak telinga.

Ia mengajak semua pihak untuk kembali ke filosofi ‘Naruk gete dadi kesik, naruk kesik dadi potat’ (Masalah besar dikecilkan, masalah kecil dihilangkan).

“Mari kita duduk bersama sebagai kakak adik. Kita hilangkan semuanya, saling memaafkan, dan biarkan persoalan ini kita tinggalkan jauh di bawah telapak kaki,” pungkasnya.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung