Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Tujuh Copel di Huntara 3 Desa Konga Terendam Banjir, Penyintas: Kami Tak Nyaman Lagi

Avatar photo
Reporter : Ade Riberu Editor: Tim Redaksi
FotoJet 1 3
Dampak gerusan banjir pada copel di Huntara 3 Desa Konga, Flores Timur. (Foto: Istimewa)

Baca Juga: Sistem Drainase Buruk, Jalan di Kota Maumere jadi Langganan Genangan Air Raksasa

“Ketimbang tidak nyaman di sini, sebaiknya kami pulang ke Hokeng,” kata Korly, sembari menggambarkan kondisi dinding dan sisi copel yang mulai retak dan tergantung akibat gerusan air.

IDUL FITRI PINTU AIR 20260318 123428 0000.jpg 11 PASKAH 2026 PINTU AIR.jpg

Korly juga menyebut, copel yang ditempati warga terdampak erupsi dari Desa Nobo kini sudah ditinggalkan para penghuninya. Menurutnya, kenyamanan dan keselamatan menjadi alasan utama mereka memilih pergi.

“Mereka sudah tinggalkan hunian sebab sangat tidak nyaman. Banyak sisi copel mereka yang sudah tergantung akibat gerusan air hujan yang berlipat ganda, baik dari tirisan atap maupun luapan dari genangan di sekitar kali. Kira datang ke sini semakin aman, malah tambah tidak nyaman,” keluhnya.

Baca Juga: Kejari Sikka Tetapkan 5 Tersangka Korupsi IKK Nita, Kerugian Negara Capai Rp3,07 Miliar

Warga berharap pemerintah segera melakukan pembenahan struktur huntara agar risiko banjir dan longsor tidak lagi mengancam kehidupan mereka.

Saat ini, kondisi di Huntara 3 dikabarkan semakin mengkhawatirkan, terutama bagi penyintas yang masih bertahan di lokasi tersebut.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung