Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Warga Nangahure Lembah Tolak Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Atas Lapangan Bola

"Kami tidak setuju jika lapangan ini harus digusur untuk pembangunan kampung nelayan. Lapangan ini adalah tempat anak-anak dan generasi kami bermain dan kembangkan bakat mereka," jelas Mama Ela. 

Avatar photo
Reporter : Nivan Gomez Editor: Redaksi
IMG 20260612 171323
Konsolidasi ratusan warga Nangahure Lembah, Kelurahan Wuring, Kabupaten Sikka, menyampaikan penolakan program Kampung Nelayan Merah Putih yang dicanangkan Presiden Prabowo yang rencananya akan dibangun diatas lapangan bola Lapangan Bola, Jumat, (12/6/2026). | (Foto: Nivan Gomez)

Tak hanya itu, Mama Ela juga mengatakan, bagian belakang lapangan merupakan tempat bernaung dan ruang tunggu bagi para istri nelayan saat menanti suami mereka pulang melaut. Lapangan ini juga menjadi jalur akses bebas hambatan bagi nelayan menuju ke laut.

“Kami kalau tunggu suami kami pulang melaut yang di bagian belakang lapangan ini. Dan kalau mau pergi melaut kami pake lapangan ini untuk jalan ke pantai, tapi kalau mau digusir kami harus lewat mana? Kami harus tunggu suami dimana?” tanya Mama Ela.

Senada dengan Mama Ela, Mansur selaku tokoh masyarakat Kelurahan Wuring, menegaskan bahwa letak persoalannya ada pada pemilihan lokasi proyek, bukan pada program pemerintah itu sendiri.

“Bukan programnya yang kami tolak. Kami sangat setuju dengan pembangunan kampung nelayan. Tapi ketika pembangunan pabrik es ini ditempatkan di atas lapangan bola, maka dengan sendirinya kami menolak. Jika ini digusur, anak-anak mau main di mana? Sekolah mau olahraga di mana? Dan kami mau salat Id di mana?” tegas Pak Mansur.

Selain itu, bagi mayoritas penduduk Nangahure Lembah yang beragama Muslim, lapangan ini merupakan lokasi utama untuk pelaksanaan ibadah salat Id.

“Kami biasanya ibadah salat Id itu disni setiap tahun, kalau digusur, kami mau salat Id dimna lagi?” tanya Mansur.

Warga juga menyayangkan minimnya sosialisasi langsung dari pemerintah terkait detail proyek ini kepada masyarakat luas sebelum rencana tersebut diputuskan.

Sebagai bentuk komitmen menjaga ruang publik mereka, perwakilan warga, tokoh masyarakat, akan mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sikka serta Pemerintah Daerah Kabupaten Sikka pada hari Senin mendatang.

Mereka akan secara resmi menyampaikan aspirasi penolakan guna mendesak Bupati dan legislatif agar memindahkan lokasi proyek ke lahan lain, sehingga akses serta fasilitas publik warga Nangahure Lembah tetap aman.

Pantauan Media di lokasi, lapangan tersebut telah ditanami kayu sebagai tanda patok ukuran yang akan digusur.

Dari patok tersebut, setengah bagian lapangan akan digusur untuk kepentingan pembangunan kampung nelayan merah putih.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung