Monsinyur menyebut kantor ini sebagai Pintu Harapan di mana setiap orang, tanpa memandang keterbatasan mereka, dapat menemukan solusi dan kekuatan baru.
“Kantor ini bukan hanya bangunan. Ia membuka jalan bagi masyarakat untuk datang dengan segala keterbatasan dan pulang dengan kekuatan baru. Di kantor ini, orang kecil tidak merasa kecil,” tambahnya.
Lebih lanjut, Mgr. Ewaldus mengingatkan seluruh anggota dan pengurus untuk menjaga semangat gotong royong.
Ia menyebut KSP Kopdit Pintu Air sebagai rumah bersama, tempat di mana yang kuat merangkul yang lemah dan yang mampu menopang yang kekurangan.
Beliau juga mengajak semua pihak untuk mengenang kembali akar sejarah koperasi ini yang dimulai dari kelompok kecil berjumlah 50 orang dengan mimpi sederhana.
Kini, melalui kesetiaan dan kerja keras, kelompok kecil tersebut telah menjelma menjadi gerakan besar yang menjangkau ratusan ribu orang.
“Semuanya bukan kebetulan, tetapi buah dari kesetiaan yang tetap berjalan ketika langkah terasa berat. Kita tidak hanya meresmikan gedung, kita merayakan solidaritas yang tidak pernah pudar,” tutup Uskup dalam pesan rohaninya.
Koperasi yang berpusat di Kabupaten Sikka ini terus berkomitmen dalam pemberdayaan ekonomi kerakyatan melalui prinsip-prinsip koperasi yang inklusif, menyediakan akses permodalan bagi masyarakat kecil di berbagai wilayah Indonesia.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












