Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Kisah Sukses Anarita Wutun Membangun “Donat Topping” Bersama KSP Kopdit Pintu Air

Meski sudah menjadi anggota sejak tahun 2010, ia sempat tidak aktif. Namun, melalui konsultasi yang baik bersama karyawan dan pimpinan Pintu Air Cabang Lokaria, ia mengaktifkan kembali keanggotaannya dan mulai membangun kepercayaan lembaga melalui kedisiplinan menabung harian.

Avatar photo
Reporter : Redaksi Editor: Tim Redaksi
IMG 20260117 131821
Anarita Wutun, owner Donat Joana. | (Foto: Redaksi)

Dukungan KSP Kopdit Pintu Air tidak hanya berhenti pada modal uang, tetapi juga fasilitas tempat. Berkat relasi yang baik, Anarita kini memiliki empat titik usaha yang tersebar di Kota Maumere yang dua diantaranya adalah fasilitas yang disewakan oleh Kopdit Pintu Air.

“Saya sudah ada empat cabang Donat Joana, yang pertama di depan gereja Thomas Morus Jl. Soekarno Hatta kemudian di depan Kantor Pintu Air cabang Maumere Jl. Raya Maumere – Magepanda, dan Jl. Jendral Sudirman Waioti samping bakso Ma Len yang juga bangunan milik Kopdit Pintu Air selanjutnya terakhir di Kecamatan Nita,” jelasnya.

IDUL FITRI PINTU AIR 20260318 123428 0000.jpg 11 PASKAH 2026 PINTU AIR.jpg

Kini, varian produknya pun semakin berkembang. Tak hanya donat topping yang menjadi brand utama, ia juga menyediakan brownies ulang tahun yang rendah butter (atas permintaan pelanggan), roti pizza, roti sosis, hingga bolu modern.

Screenshot 2026 01 17 13 05 57 230 com.whatsapp edit
Anarita Wutun, saat mendapat kunjungan dari Menejer Kopdit Pintu Air Cabang Lokaria bersama staf lapangan. | (Foto: Redaksi)

Kesuksesan ini juga berdampak sosial. Saat ini, Anarita telah mempekerjakan 7 orang karyawan. Omzet dari usahanya terbukti mampu menutup biaya kontrak ruko, menggaji karyawan tepat waktu, hingga mencicil dua unit sepeda motor untuk operasional.

Sebagai anggota, Anarita sangat mengapresiasi pelayanan karyawan Koddit Pintu Air cabang Lokaria yang selalu aktif mengingatkan jatuh tempo pembayaran.

Menurutnya, kesuksesan koperasi bergantung pada komitmen anggota dalam memenuhi kewajiban.

“Manfaat yang saya rasakan luar biasa. Saya selalu memprioritaskan gaji anak-anak (karyawan) dan bunga pinjaman setiap bulan. Pinjaman itu untuk perputaran usaha, jika ada lebih baru kita simpan,” jelasnya.

Ia juga memberikan saran kepada manajemen koperasi untuk terus melakukan pendekatan persuasif kepada anggota yang mengalami kemacetan kredit.

“Dekati mereka, beri semangat dan solusi. Terkadang orang bukan masa bodoh, tapi mereka lupa atau butuh dorongan,” tambahnya.

Kini, di bawah usaha donat topping-nya, Anarita Wutun membuktikan dengan keberanian memulai, dukungan lembaga keuangan yang tepat, dan manajemen keuangan yang disiplin, UMKM lokal mampu tumbuh besar dan menghidupi banyak orang.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung