Pater Paskalis memperkenalkan istilah Solidaritas Jamahan. Menurutnya, pelayanan sejati bukan sekadar administrasi, melainkan kehadiran nyata di tengah anggota.
“Saya selalu berteriak tentang investasi, jangan hanya konsumtif. Mental konsumtif tidak akan membuat kita maju. Spirit koperasi itu adalah ‘harus bantu’. Artinya, jika pinjam jangan lupa cicil. Kelebihan koperasi kita adalah adanya kontrol persaudaraan. Jangan sampai setelah pinjam, lalu menghilang,” ujarnya.
Lebih lanjut, Pater Paskalis mengingatkan agar konflik internal di dalam kantor cabang atau unit segera diselesaikan. Ia menekankan bahwa mustahil menarik anggota untuk aktif jika di dalam internal kantor masih ada permusuhan.
“Bagaimana mungkin kita menggandeng anggota jika sesama pengelola di kantor masih bermusuhan? Jika kita mampu menguraikan perbedaan dan persoalan di cabang, maka anggota akan datang dengan sendirinya karena merasa nyaman,” pesannya.
Ia berharap setiap kantor cabang menjadi rumah yang penuh rasa kekeluargaan, di mana anggota merasa dihargai meskipun hanya menyetor dalam jumlah kecil.
“Jadikan kantor cabang itu rasa kekeluargaan. Biarkan anggota datang membawa cerita mereka, menimbang kemampuan mereka, dan kita menyambutnya dengan persaudaraan. Itulah sejarah yang harus terus kita tulis di koperasi ini,” tutupnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah bersama sebagai wujud syukur atas penyertaan Tuhan sepanjang tahun yang lalu.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












