Bagi pihak YDP dan Undhira, bekerja dan belajar bukan sekadar kewajiban, melainkan sarana untuk menjadi berkat bagi sesama.
Melalui Ibadah Rabuan yang telah masuk dalam kalender akademik wajib ini, Undhira ingin membumikan tujuh karakter utama,yaitu integritas, percaya diri, pemimpin yang melayani, keberagaman, kewirausaha, profesionalitas, berwawasan global.
Meskipun dikemas dalam liturgi Kristiani mengingat Undhira didirikan oleh GKPB suasana di dalam aula justru sangat inklusif dan universal.

Kampus ini disadari betul dihuni oleh banyak mahasiswa dan staf dari berbagai latar belakang agama.
Oleh karena itu, Ibadah Rabuan bertransformasi menjadi ruang kultural untuk saling menghormati, di mana perbedaan keyakinan justru melahirkan harmoni yang memperkaya warna kampus.
Saat ibadah dimulai, sekat-sekat birokrasi antara yayasan dan pihak kampus seolah runtuh. Rektor, dekan, dosen senior, pegawai, hingga mahasiswa duduk setara sebagai satu keluarga besar.
Momen kebersamaan ini menjadi pengingat penting bahwa keberhasilan Undhira sebagai salah satu pencetak SDM unggul di Bali tidak ditentukan oleh kerja individu secara sepihak, melainkan karena adanya ekosistem yang saling menopang, mendukung, dan mendoakan.
Lewat konsistensi ibadah mingguan ini, Undhira kembali menegaskan komitmennya: mengejar predikat kampus yang teladan dan unggul harus selalu dikembalikan kepada sumbernya, yaitu rasa syukur dan penyerahan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












