“Forum Musda mengutamakan musyawarah untuk mencapai mufakat. Namun, jika ada perbedaan yang tidak menemukan titik temu, maka voting menjadi jalan terakhir,” ujarnya kepada wartawan, Kamis, 23 April 2026.
Menurut Wilhelmus, Musda bukan sekadar ajang adu kekuatan antarfigur, tetapi momentum penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pengurus sebelumnya sekaligus merumuskan arah strategis partai ke depan.
Sejumlah agenda utama akan dibahas dalam Musda, di antaranya evaluasi capaian target kepengurusan periode sebelumnya, penyusunan strategi partai untuk periode 2025-2030, baik di tingkat daerah maupun nasional, serta pemetaan figur potensial yang akan diusung dalam kontestasi Pilkada mendatang.
Sebagai partai kader yang terbuka, Golkar memberikan ruang yang sama bagi seluruh anggotanya untuk berkontribusi dalam membangun partai.
Wilhelmus yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Golkar DPRD TTU menegaskan, seluruh dinamika dalam Musda tetap akan berjalan sesuai arahan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan DPD I Golkar Provinsi NTT.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












